BERITAKULIAH.COM, SEMARANG — Mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro (Undip) Tim 138 Kelompok 5 melaksanakan program “Zero Waste Action: Inovasi Mahasiswa Undip Wujudkan Muktiharjo Kidul Bebas Sampah” di RW 20 Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang pada Minggu (29/6/2025).
Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola sampah anorganik sekaligus mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular di lingkungan permukiman.
Kegiatan yang dibimbing oleh Hega Bintang Pratama Putra, S.T.P., M.Sc. dan Azaria Eda Pradana, S.A.P., M.A.P. ini merupakan rangkaian dari sosialisasi pengelolaan sampah, pemutaran video dampak pencemaran lingkungan, pemetaan titik rawan mikroplastik dan saluran mampet, serta pelatihan pembuatan ecobrick.
“Melalui Zero Waste Action ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah anorganik seperti botol plastik dapat diolah menjadi produk bermanfaat. Harapannya, warga dapat menerapkan konsep ini secara berkelanjutan sehingga lingkungan lebih bersih, sehat, dan produktif,” ujar Ketua Kelompok KKN-T Tim 138 Kelompok 5, Nandya Salma.
Lurah Muktiharjo Kidul Sofia Ernawati, S.E., M.M. mengapresiasi inisiatif mahasiswa Undip tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah kelurahan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami berterima kasih atas kontribusi mahasiswa Undip yang tidak hanya mengedukasi, tetapi juga mengajak masyarakat untuk langsung mempraktekkan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan,” ungkapnya.
Sosialisasi dimulai dengan tayangan video dampak pencemaran lingkungan. Informasi dalam video ini menekankan bahwa mikroplastik sangat berbahaya terhadap kehidupan.

Lalu dilanjutkan dengan penjelasan dan pemaparan peta saluran air yang tersumbat sehingga warga RW 20 memahami dimana saja titik-titik saluran air mana saja yang harus diperbaiki dan dibersihkan. Selain itu, peta mikroplastik juga ditayangkan guna memahami titik-titik sebaran sampah mikroplastik RW 20 Muktiharjo Kidul.
Pelatihan ecobrick menjadi salah satu kegiatan paling diminati warga. Dengan antusiasme tinggi, warga mempraktikkan langsung proses mengisi botol plastik dengan sampah anorganik hingga padat, untuk kemudian dijadikan bahan konstruksi kreatif. Edukasi juga dilengkapi dengan booklet dan checklist rumah ramah lingkungan agar warga dapat melanjutkan praktik ini secara mandiri.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah berkelanjutan di Muktiharjo Kidul. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan warga, pengelolaan sampah tidak hanya berkontribusi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis daur ulang.













