BERITAKULIAH.COM, BANTAENG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin Angkatan 67 Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, sukses melaksanakan program kerja bertajuk “DESA TENSI: Deteksi dan Edukasi Hipertensi” pada tanggal 23 dan 24 Juli 2025.
Program ini difokuskan pada upaya deteksi dini dan edukasi hipertensi bagi masyarakat desa kayu loe di lima dusun, yaitu Dusun Kayu Loe, Dusun Bonto Buakang, Dusun Bulo-Bulo, Dusun Kassi-Kassi, dan Dusun Parang Labbua, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mengedukasi warga mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan hipertensi sebagai langkah awal mencegah penyakit tidak menular.

Program ini dilaksanakan sebagai respon terhadap tingginya prevalensi hipertensi yang menjadi salah satu penyebab utama penyakit tidak menular di Indonesia. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO, 2023), hipertensi merupakan kondisi serius yang kerap kali tidak menampakkan gejala namun memiliki dampak jangka panjang terhadap kesehatan jantung, otak, dan ginjal.
Kegiatan yang dilakukan dalam program ini mencakup skrining tekanan darah gratis kepada warga, penyuluhan singkat mengenai hipertensi mencakup definisi, faktor risiko, tanda dan gejala, serta langkah pencegahan melalui pola hidup sehat, serta pembagian leaflet informasi kesehatan sebagai bentuk promosi gaya hidup sehat.

Warga menyambut program ini dengan antusias, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap kesehatan diri dan keluarga. Banyak di antaranya yang baru pertama kali memeriksa tekanan darah dan mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya pengendalian tekanan darah secara rutin.
Penanggung jawab program, Arifah Firahmah Mahyuddin, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari peran mahasiswa profesi kesehatan dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. “Melalui program ini, saya ingin mengajak warga untuk mulai peduli terhadap tekanan darahnya sendiri. Hipertensi sering kali tidak bergejala, namun dampaknya bisa sangat berbahaya jika tidak dikendalikan,” ungkapnya.
Dengan terlaksananya program ini, Mahasiswa KKN-PK UNHAS Desa Kayu Loe berharap program ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan pengendalian hipertensi sejak dini.













