Mahasiswa UPN “Veteran” Jatim Gelar Pengabdian Moderasi Beragama: Menyatukan Keberagaman, Merawat Kebhinekaan

Avatar photo
Mahasiswa UPN “Veteran” Jatim Gelar Pengabdian Moderasi Beragama: Menyatukan Keberagaman, Merawat Kebhinekaan
Dokumentasi mahasiswa — siswa SDN Gunung Anyar Tambak mengikuti sesi pengabdian.

BERITAKULIAH.COM, Surabaya — Sejumlah mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Moderasi Beragama sebagai Pilar Keharmonisan Sosial”. Kegiatan yang berlangsung di SDN Gunung Anyar Tamabak ini bertujuan memperkuat nilai-nilai toleransi, dialog antarumat, serta semangat hidup berdampingan dalam keberagaman pada Kamis, 4 juni 2026

Kegiatan ini dilaksankan oleh mahasiswa mata kuliah Agama islam kelas G749 UPN “Veteran” Jawa Timur sebagai bagian dari penerapan Project-Based Learning (PBL). Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan serangkaian agenda seperti penyampaian materi moderasi beragama, diskusi interaktif, sesi kuis keagamaan, hingga pelatihan kepemudaan berbasis toleransi.

“Kami berharap adik-adik di sini bisa tumbuh menjadi generasi yang saling menghormati satu sama lain menyadari pentingnya sikap moderat dalam beragama” ujar Indra, koordinator mahasiswa pengabdian.

Tak hanya mahasiswa, kegiatan ini melibatkan pihak sekolah, guru, serta seluruh siwa-siswi yang hadir. Mereka menyambut hangat kegiatan yang dinilai memberi ruang dialog terbuka dan menyejukkan di tengah potensi fragmentasi sosial akibat perbedaan pandangan keagamaan.

Mahasiswa UPN “Veteran” Jatim Gelar Pengabdian Moderasi Beragama: Menyatukan Keberagaman, Merawat Kebhinekaan

Menurut Dr. Fazlul Rahman, Lc., MA.Hum, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendukung program strategis nasional dalam memperkuat moderasi beragama yang inklusif, toleran, dan cinta damai.

“Moderasi bukan berarti netral tanpa sikap, melainkan sikap adil dan proporsional dalam beragama. Pengabdian ini adalah praktik nyata dari nilai-nilai akademik yang berdampak sosial,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan deklarasi damai oleh seluruh peserta lintas agama dan pemuda setempat sebagai simbol komitmen bersama menjaga persatuan. Para mahasiswa berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi inspirasi dan direplikasi di wilayah-wilayah lain di Indonesia.

Editor: Ardi Handayat, Tim BeritaKuliah.com