BERITAKULIAH.COM, Surabaya — Pernahkah kalian menemukan komentar di platform Tiktok “Gen Z tidak takut apapun kecuali interview kerja”?. Hal ini sangat menggambarkan perasaan Gen Z yang lahir pada tahun 1997-2012 yang tumbuh dikelilingi media sosial, kemampuan berbicara di depan umum atau lebih dikenal public speaking sering sekali dilupakan.
Survei Linkedln padahal menunjukkan 92% adalah Gen z yang merasa canggung untuk presentasi, meskipun mereka memiliki ambisi besar dalam meniti karir di dunia kerja yang menuntut kemampuan komunikasi persuasif, mengapa keterampilan ini menjadi krusial untuk Gen Z yang dikenal sebagai “digital natives”?.
Apa itu public speaking? Yaitu kemampuan berbicara efektif dan jelas didepan audiens yang jumlahnya sedikit atau banyak, untuk bertujuan menyampaikan ide, argumen, informasi dan juga inspirasi, yang melatih untuk rasa percaya diri dan bisa terjadi karena pengaruh sosial. Salah satu yang kemungkinan mengalami? Gen Z yang usia 13-28 tahun di Indonesia yang mencapai 74 juta jiwa menurut Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, lebih banyak yang nyaman dan menyukai berkomunikasi via platfrom seperti Instagram dan Tiktok dari pada secara langsung.
Mengapa Gen Z harus memiliki kemampuan public speaking? Dan juga kenapa keterampilan public speaking harus dikuasai sejak dini. Tentunya untuk meningkatkan kepercayaan diri untuk berbicara di depan umum dengan latihan didepan cermin dan juga bisa melalui platform Tiktok maupun Instagram.
Tak hanya itu saja memiliki kemampuan public speaking juga membawa diri kedalam karir yang baik, saat ini banyak sekali pekerjaan yang membutuhkan kemampuan public speaking yang baik dan itu Gen Z harus dipastikan memiliki kemampuan tersebut. Di sekolah maupun kampus sudah dibekali dengan public speaking seperti saat presentasi maupun rapat public speaking ini dapat terus ditingkatkan.
Cara meningkatkan kemampuan public speaking dengan beberapa cara yaitu:
- Latihan berbicara didepan cermin atau dengan cara berbicara yang baik di depan teman.
- Mengikuti pelatihan dalam lembaga pendidikan yang menawarkan pelatihan public speaking dengan mengikuti program ini dapat dipastikan Gen Z bisa mendapatkan umpan balik yang positif.
- Mempelajari pembicara hebat dengan menonton dan juga menganalisis pembicara yang memiliki pengaruh baik akan menambahkan skill tentang gaya maupun teknik.
- Evaluasi dan menerima umpan balik yaitu berbicara didepan umum atau teman dan meminta pendapat orang lain tentang penampilan kita adalah membantu cara yang baik dan berkembang.
Dari yang saya sampaikan dapat disimpulkan kemampuan public speaking adalah salah satu keterampilan yang sangat penting terutama untuk Gen Z yang akan takut bebicara didepan umum atau saat pelaksanaan wawancara kerja. Dengan mempelajari dan juga mengasah kemampuan ini, Gen Z tidak hanya melatih kepercayaan diri melainkan menyiapkan diri untuk sukses dimasa depan. Dengan latihan, mengikuti pelatihan dan pengalaman Gen Z bisa menjadi pembicara yang inspiratif.
Penulis: Arista Amalia Vega (1152400127)
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Dosen Pengampu Komunikasi Organisasi: Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Public Speaking













