Peran Mahasiswa Kelompok 2 KKN-T Tim 118 UNDIP 2025 sebagai Pondasi Perkembangan Anak PAUD Teratai Bangsa

Avatar photo
Peran Mahasiswa Kelompok 2 KKN-T Tim 118 UNDIP 2025 sebagai Pondasi Perkembangan Anak PAUD Teratai Bangsa
Mahasiswa KKN-T 118 Kelompok 2 Universitas Diponegoro berfoto bersama Koordinator PAUD, Guru PAUD, dan DPL Ibu Widyaningrum Utami, M.Clin.Pharm., Apt.

JATENGKU.COM, SEMARANGMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM 118 Kelompok 2 Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2025 yang bertugas di Kelurahan Sambiroto, Kota Semarang, melaksanakan rangkaian program kerja edukatif di PAUD Teratai Bangsa pada tanggal 28, 30, dan 31 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung perkembangan pendidikan anak usia dini.

Tiga program kerja yang diusung dalam kegiatan ini antara lain Apoteker Cilik (Apocil) untuk mengenalkan profesi apoteker, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan, serta Literasi Dasar Anak Usia Dini untuk melatih kemampuan motorik halus dan pra-menulis anak-anak.

Hari pertama program kerja KKN-T 118 Kelompok 2 yaitu Kegiatan Apoteker Cilik (Apocil) oleh Nexium Tsamarah mahasiswa prodi farmasi, dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2025 di PAUD Teratai Bangsa, wilayah RT 009 RW 002, Sambiroto pada pukul 09.00-10.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan anak-anak PAUD mengenai profesi apoteker.

Kegiatan diawali dengan melakukan pengenalan profesi apoteker melalui logo farmasi bowl of hygeia berupa ular dan mangkuk yang memiliki makna seperti obat dimana ular yang menghasilkan ‘bisa’ yang dapat menjadi penyembuh dan racun serta mangkuk yang menginterpretasikan wadah meracik obat. Selain itu juga memperlihatkan beberapa obat seperti obat suntik (parenteral), tablet, kapsul, sirup, dan salep yang dapat dibuat oleh farmasi.

Peran Mahasiswa Kelompok 2 KKN-T Tim 118 UNDIP 2025 sebagai Pondasi Perkembangan Anak PAUD Teratai Bangsa
Program kerja Apoteker Cilik yang dibawakan oleh Nexium Tsamarah.

Pengenalan dilanjutkan dengan memperlihatkan wayang dengan gambar apoteker dengan ciri khas menggunakan jas apoteker serta dua kuman diantaranya kuman yang masih biasa dan kuman yang lebih menyeramkan. Kuman ini ditujukan jika anak-anak PAUD tidak menghabiskan obat maka kuman yang masih biasa dapat berubah menjadi kuman yang lebih menyeramkan sehingga obat yang diminum tidak lagi dapat menyembuhkan penyakit.

Kegiatan terakhir yaitu mewarnai bulatan penggolongan obat diantaranya obat bebas (hijau), obat bebas terbatas (biru), dan obat keras (merah). Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan bahwa obat-obatan memiliki beberapa golongan dan untuk melatih motorik anak untuk mewarnai di dalam lingkaran.

Kemudian, tepat di tanggal 30 Juli 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 118 Kelompok 2 Universitas Diponegoro—Aisya Nabilla melaksanakan kegiatan penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan fokus pada edukasi cuci tangan di PAUD Teratai Bangsa, RT 009/RW 002, Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 10.00 WIB dan turut dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Widyaningrum Utami, M.Clin.Pharm., Apt.

Kegiatan diawali dengan aktivitas olahraga ringan berupa senam bersama, jalan sehat, dan permainan interaktif di luar kelas yang bertujuan membangun semangat dan antusiasme peserta didik. Anak-anak terlihat sangat aktif dan ceria mengikuti rangkaian pembukaan dan kegiatan ini.

Memasuki sesi utama, tim KKN UNDIP memberikan materi edukatif singkat mengenai pentingnya cuci tangan dan pengenalan kuman atau bakteri penyebab penyakit. Penyampaian dilakukan secara komunikatif dan disesuaikan dengan usia anak-anak PAUD, sehingga mereka dapat lebih mudah memahami konsep dasar kebersihan.

Sebagai media pembelajaran yang menyenangkan, tim juga menyajikan sesi mini science berupa simulasi sederhana untuk menggambarkan bagaimana kuman dapat menempel di tangan. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembelajaran enam langkah cuci tangan melalui metode bernyanyi guna membantu anak-anak mengingat gerakan dengan lebih mudah dan menyenangkan.

Peran Mahasiswa Kelompok 2 KKN-T Tim 118 UNDIP 2025 sebagai Pondasi Perkembangan Anak PAUD Teratai Bangsa
Program kerja PHBS: Cuci Tangan yang dibawakan oleh Aisya Nabilla.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik cuci tangan bersama, di mana setiap anak mempraktikkan langsung cara mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun dan air mengalir, didampingi oleh mahasiswa KKN. Setelah sesi praktik, anak-anak diberikan konsumsi sehat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka.

Sebagai penutup, tim KKN melakukan recall materi, yaitu pengulangan kembali poin-poin penting dari penyuluhan untuk menguatkan pemahaman anak-anak tentang pentingnya cuci tangan dan hidup bersih sejak dini.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta didik PAUD Teratai Bangsa dapat menerapkan kebiasaan mencuci tangan dengan benar dalam kehidupan sehari-hari. Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Widyaningrum Utami, M.Clin.Pharm., Apt., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini yang dinilai mampu meningkatkan literasi kesehatan anak-anak sejak usia dini secara menyenangkan dan interaktif.

Terakhir

Bethari, mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), menggelar program edukatif bertajuk “Literasi Dasar Anak Usia Dini” di PAUD Teratai Bangsa, di lingkungan RT 009 RW 002, Sambiroto pada 31 Juli 2025. Kegiatan ini menyasar anak-anak usia 3 s.d.4 tahun dengan tujuan menumbuhkan minat baca serta membangun fondasi literasi dasar sejak dini.

Tiga rangkaian kegiatan interaktif disiapkan untuk mendukung tujuan tersebut. Kegiatan pertama diawali dengan membaca nyaring (read aloud) menggunakan koleksi buku fabel berjudul “Kanguru”, salah satu koleksi dari pojok baca. Anak-anak diajak menyimak cerita sambil merespons isi bacaan secara aktif, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan komunikatif.

Peran Mahasiswa Kelompok 2 KKN-T Tim 118 UNDIP 2025 sebagai Pondasi Perkembangan Anak PAUD Teratai Bangsa
Program kerja Literasi Dasar Anak Usia Dini yang dibawakan oleh Bethari.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi menebalkan huruf dan angka menggunakan garis putus-putus, serta mengenal bentuk dan warna melalui aktivitas mencocokkan bangun datar. Bentuk-bentuk seperti persegi, segitiga, lingkaran, dan persegi panjang dibuat dari kertas origami berwarna merah untuk persegi, kuning untuk segitiga, hijau untuk lingkaran, dan biru untuk persegi panjang.

Kertas origami tersebut dilengkapi dengan double tape agar bisa ditempelkan sesuai pola. “Saya ingin anak-anak belajar melalui sentuhan dan visual, agar konsep bentuk dan warna lebih mudah dipahami,” ujar Bethari.

Kegiatan terakhir adalah dekorasi ulang pojok baca, yang diawali dengan menyampul koleksi agar lebih terlindungi dan memperpanjang usia koleksi. Lalu, menata ulang koleksi (shelving), supaya tampilan lebih eye catching. Beberapa buku ditampilkan dengan posisi cover menghadap depan, sementara yang lain disusun berjajar. Sebagai pelengkap, sebuah globe mini dan tanaman hias buatan turut ditambahkan untuk memperindah pojok baca tersebut.

Sebagai bentuk apresiasi, setiap anak diberikan konsumsi berupa minuman sari kacang hijau setelah kegiatan berakhir. Sebagai kenang-kenangan untuk PAUD Teratai Bangsa dan juga sebagai bentuk terima kasih, kami—Nexium, Aisya, dan Bethari—memberikan mainan berupa lego block anak-anak dan buah-sayur plastik agar anak-anak PAUD dapat berkreasi sesuai imajinasinya, mengenal warna, dan melatih motorik serta dapat mengenal buah-sayur.

Penutup, Pengelola PAUD Teratai Bangsa, Ibu Septi, mengapresiasi kehadiran dan kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro yang telah memberikan kesempatan PAUD Teratai Bangsa sebagai target objek KKN dan turut berperan dalam rangkaian kegiatan pembelajaran di PAUD.

“Kami mengucapkan terima kasih karena sudah dipilih menjadi projek KKN. (Harapannya) dengan kehadiran mahasiswa KKN di PAUD Teratai Bangsa, anak-anak didik mendapatkan penyegaran menambah pengetahuan mereka dan anak-anak lebih bersemangat dalam mengikuti pembelajaran” ujarnya.

Ketiga program kerja ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya kesehatan, kebersihan, dan literasi dasar bagi anak-anak PAUD.

Penulis: Nexium Tsamarah, Aisya Nabilla, Bethari

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com