Mahasiswa KKN-PK UNHAS Gelar Program HERBA TOGA: Harmonisasi Edukasi dan Revitalisasi Budidaya serta Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga sebagai Alternatif Pengobatan Tradisional

Avatar photo
Mahasiswa KKN-PK UNHAS Gelar Program HERBA TOGA: Harmonisasi Edukasi dan Revitalisasi Budidaya serta Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga sebagai Alternatif Pengobatan Tradisional
Mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berfoto bersama warga Desa Kayu Loe, Bantaeng, setelah menyelesaikan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program ini diharapkan dapat menjadi warisan pengetahuan dan praktik bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan secara mandiri.

BERITAKULIAH.COM, BANTAENG — Semangat pemberdayaan masyarakat dan pelestarian pengobatan tradisional kembali digaungkan melalui program edukasi dan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang digelar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan(KKN-PK) Universitas Hasanuddin di Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini berlangsung pada, 23 & 24 Juli 2025, dan melibatkan puluhan warga setempat dari berbagai kalangan.

Mengusung tema “HERBA TOGA: Harmonisasi Edukasi dan Revitalisasi Budidaya serta Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga sebagai Alternatif Pengobatan Tradisional,” program ini bertujuan membangun kembali kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemanfaatan tanaman herbal sebagai solusi pengobatan alami yang murah, aman, dan berbasis budaya lokal.

Mahasiswa KKN-PK UNHAS Gelar Program HERBA TOGA: Harmonisasi Edukasi dan Revitalisasi Budidaya serta Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga sebagai Alternatif Pengobatan Tradisional
Nur Afifah Ariqah Yunus, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin, memberikan edukasi interaktif tentang berbagai jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kepada warga Desa Kayu Loe, Bantaeng. Sesi ini bertujuan untuk membangun kembali kesadaran masyarakat akan pengobatan tradisional.

Acara dimulai dengan memberikan sesi edukasi interaktif mengenai berbagai jenis TOGA yang umum ditemukan di lingkungan sekitar, seperti jahe, kunyit, temulawak, , lempuyang, kumis kucing, daun sirih, dan daun salam.

Materi disampaikan oleh penanggungjawab program kerja, Nur Afifah Ariqah Yunus yang telah melakukan studi literatur. Peserta diberikan penjelasan mengenai manfaat masing-masing tanaman, cara pengolahan yang tepat, dan dosis penggunaan.

Mahasiswa KKN-PK UNHAS Gelar Program HERBA TOGA: Harmonisasi Edukasi dan Revitalisasi Budidaya serta Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga sebagai Alternatif Pengobatan Tradisional
Mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berfoto bersama warga Desa Kayu Loe, Bantaeng, setelah sesi edukasi interaktif mengenai berbagai jenis TOGA. Warga terlihat antusias menyambut program yang mengenalkan kembali manfaat tanaman herbal.

Tak hanya berhenti pada teori, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman langsung tanaman TOGA di pekarangan rumah warga sebagai pusat edukasi dan contoh budidaya. Warga sangat antusias mengikuti proses penanaman, terlebih karena sebagian besar dari mereka telah mengenal tanaman tersebut namun belum mengetahui secara maksimal potensi dan cara penggunaannya secara ilmiah. Penanaman juga dilaksanakan di SDN 71 Kassi-Kassi dan SDN 54 Binamungan pada tanggal 26 & 31 Juli 2025.

Mahasiswa KKN-PK UNHAS Gelar Program HERBA TOGA: Harmonisasi Edukasi dan Revitalisasi Budidaya serta Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga sebagai Alternatif Pengobatan Tradisional
Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di pekarangan rumah warga. Kegiatan ini merupakan bagian dari program KKN-PK Universitas Hasanuddin untuk merevitalisasi budidaya TOGA secara langsung.

Nur Afifah Ariqah Yunus, selaku ketua Penanggungjawab program kerja, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud dari sinergi antara ilmu pengetahuan, budaya lokal, dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. “Melalui program HERBA TOGA, kami ingin mengajak masyarakat untuk kembali ke alam—mengolah apa yang ditanam, dan menanam apa yang berguna. Ini adalah langkah kecil, namun berdampak besar bagi ketahanan kesehatan keluarga,” ungkapnya.

Program ini juga diselingi dengan pembagian leaflet TOGA, berisi panduan praktis tentang jenis-jenis tanaman obat, manfaat, serta cara pengolahan sederhana yang bisa dilakukan di rumah. Warga mengaku sangat terbantu dengan panduan ini dan berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan secara berkala, tidak hanya oleh mahasiswa tetapi juga oleh pihak desa maupun dinas kesehatan.

Dengan terlaksananya program ini, mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin berharap dapat meninggalkan warisan pengetahuan dan praktik yang berguna bagi masyarakat, serta menginspirasi desa-desa lain untuk mengembangkan TOGA sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara mandiri dan berkelanjutan.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com