Inovasi KTH Makmur: Ubah Mangrove Jadi Teh, Kopi, dan Keripik Bernilai Ekonomi

Avatar photo
WhatsApp Image 2025-08-04 at 08.43.34_12e0c5c5
Foto Bersama Wamen LHK, Sulaiman Umar

Desa Wringinputih merupakan salah satu desa di Banyuwangi yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Desa ini merupakan salah satu desa yang memiliki potensi besar dalam pengelolaan ekosistem mangrove. Mangrove di Desa Wringinputih tidak hanya berperan dalam melindungi garis pantai dari abrasi, tetapi juga memberikan manfaat ekologis seperti tempat pemijahan ikan, penyaring alami limbah, serta habitat berbagai spesies flora dan fauna pesisir. Potensi mangrove di daerah ini juga dapat dikembangkan dalam aspek ekonomi, ekowisata, dan edukasi pendidikan 

Salah satu Kelompok Tani Hutan (KTH) yang berhasil dalam mengelola dan memanfaatkan potensi ekosistem mangrove secara berkelanjutan adalah KTH Makmur. KTH ini telah menunjukkan keberhasilan dalam mengembangkan kegiatan konservasi mangrove yang diikuti dengan produksi berbagai olahan bernilai ekonomi tinggi. Melalui pemanfaatan beberapa jenis mangrove tertentu seperti Acanthus ebracteatus dan Sonneratia caseolaris KTH Makmur mampu memproduksi teh herbal, keripik mangrove, tepung mangrove, kopi mangrove dan sirup mangrove. Selain fokus pada pengolahan hasil hutan KTH Makmur juga aktif dalam kegiatan rehabilitasi mangrove dengan menanam puluhan ribu bibit pada lahan bekas tambak di kawasan Teluk Pangpang. 

KTH Makmur memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai pusat pengelolaan mangrove terpadu yang tidak hanya berfokus pada konservasi tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Keberhasilan mereka dalam memproduksi dan memasarkan produk olahan mangrove seperti teh dan keripik mangrove menjadi pondasi yang kuat untuk memperluas usaha ke skala yang lebih luas. Dengan dukungan teknologi digital, pelatihan manajemen bisnis, dan jejaring pasar yang lebih luas, KTH Makmur dapat diarahkan menjadi model UMKM berbasis lingkungan yang berdaya saing tinggi. Potensi pengembangan ekowisata edukatif berbasis mangrove juga sangat terbuka mengingat lokasi Desa Wringinputih yang strategis dan kaya akan keanekaragaman hayati pesisir. Melibatkan generasi muda melalui pendidikan lingkungan dan pelatihan keterampilan digital juga menjadi peluang penting dalam menciptakan regenerasi pelestari sekaligus pelaku usaha berbasis mangrove. 

Salah usaha KTH Makmur mengembangkan potensi ekosistem mangrove adalah pemasaran produk. Produk olahan mangrove yang dikembangkan oleh KTH Makmur sudah dipasarkan secara komersil melalui media sosial seperti WhatsApp dan platform e-commerce seperti Shopee. Selain itu, KTH Makmur rutin mengikuti banyak kegiatan untuk memperkenalkan produknya. Mangrove Fest 2025 merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh Kementerian LHK dalam rangka hari mangrove sedunia di Taman Nasional Alas Purwo pada 30 Juli 2025. Dalam kegiatan ini, KTH Makmur sukses memperkenalkan produk olahan mangrove kepada para pengunjung, salah satunya Wakil Menteri LHK, Sulaiman Umar. KTH Makmur mendapatkan respon yang baik dari ibu Wakil Menteri LHK, Arina Sulaiman. “Ini merupakan inovasi produk yang baik, mungkin bisa dilanjutkan untuk pengajuan BPOM,” ujar ibu Wakil Menteri LHK. Selain itu, produk sirup Mangove (Soneratia caseolaris) sudah melalui uji lab seperti uji antioksidan. 

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com