Edukasi Lingkungan Sejak Dini: Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Pengelolaan Sampah melalui “Fun English for Waste Awareness” di Desa Ngandong

Avatar photo
Screenshot-2026-02-09-111501
Mahasiswa KKN Undip, Muhammad Ali Husein Zidane, saat menyampaikan materi “Fun English for Waste Awareness” kepada siswa SD N 1 Ngandong, Rabu (21/01/2026).

KLATEN – Dalam rangka mendukung revitalisasi TPS 3R Desa Ngandong, mahasiswa KKN Reguler Tim 1 Kelompok 95 Universitas Diponegoro (Undip), Muhammad Ali Husein Zidane dari Program Studi Sastra Inggris, melaksanakan program edukasi lingkungan bertajuk “Fun English for Waste Awareness” di Sekolah Dasar Desa Ngandong.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 21 Januari 2026 di SD N 1 Ngandong dan Sabtu, 24 Januari 2026 di SD N 2 Ngandong. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa Sekolah Dasar mengenai konsep dasar sampah, jenis-jenis sampah, serta cara pengelolaan sampah yang benar sejak dini.

Rendahnya pemahaman anak-anak terkait pengelolaan sampah menjadi latar belakang utama pelaksanaan program ini. Edukasi lingkungan yang selama ini disampaikan masih bersifat konvensional dan belum dikemas secara interaktif. Padahal, anak-anak memiliki potensi besar sebagai agen perubahan perilaku lingkungan apabila diberikan pemahaman melalui metode pembelajaran yang menyenangkan dan komunikatif.

 

 

(FOTO UTAMA)
Mahasiswa KKN Undip, Muhammad Ali Husein Zidane, saat menyampaikan materi “Fun English for Waste Awareness” kepada siswa SD N 1 Ngandong, Rabu (21/01/2026).

 

Pendekatan Edukatif dan Komunikatif

Program Fun English for Waste Awareness mengintegrasikan pembelajaran lingkungan dengan pengenalan kosakata Bahasa Inggris sederhana seperti waste, trash, organic, inorganic, clean, dan recycle. Materi disampaikan menggunakan media visual berupa PowerPoint (PPT) yang menarik serta interaktif.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu:

  1. Pengenalan konsep dasar sampah (organik dan anorganik).
  2. Pengenalan kosakata Bahasa Inggris sederhana terkait lingkungan.
  3. Penyampaian materi secara dua bahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris).
  4. Sesi interaktif berupa tanya jawab untuk memperkuat pemahaman siswa.

Suasana pembelajaran berlangsung aktif dan penuh antusias. Para siswa terlihat bersemangat mengikuti materi serta menjawab pertanyaan yang diberikan.

 

Edukasi Lingkungan Sejak Dini: Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Pengelolaan Sampah melalui “Fun English for Waste Awareness” di Desa Ngandong

Siswa SD N 2 Ngandong antusias mengikuti pembelajaran interaktif mengenai pengelolaan sampah berbasis Bahasa Inggris, Sabtu (24/01/2026).

 

Mendukung Revitalisasi TPS 3R Desa

Program edukasi ini merupakan bagian dari tema Multidisiplin 1, yaitu Revitalisasi TPS 3R Pengelolaan Sampah. Dengan menanamkan kebiasaan memilah dan membuang sampah dengan benar sejak usia dini, diharapkan siswa dapat menerapkan perilaku tersebut di lingkungan rumah dan masyarakat.

Guru Sekolah Dasar Desa Ngandong menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini karena metode pembelajaran yang digunakan dinilai menarik dan mudah dipahami oleh siswa.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Undip tidak hanya berkontribusi dalam mendukung sistem pengelolaan sampah desa, tetapi juga berperan dalam membangun kesadaran lingkungan generasi muda sebagai fondasi keberlanjutan di masa depan.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com