Tingkatkan Kesadaran Siaga Banjir Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Gelar “Fun English for Flood Awareness” di Desa Ngandong

Avatar photo
Screenshot-2026-02-09-112626
Mahasiswa KKN Undip, Muhammad Ali Husein Zidane, saat menyampaikan materi “Fun English for Flood Awareness” kepada siswa SDN 1 Ngandong, Rabu (28/01/2026).

BERITAKULIAH.COM, KLATEN – Dalam rangka mendukung penguatan ketangguhan masyarakat terhadap banjir, mahasiswa KKN Reguler Tim 1 Kelompok 95 Universitas Diponegoro (Undip), Muhammad Ali Husein Zidane dari Program Studi Sastra Inggris, melaksanakan program edukasi kebencanaan bertajuk “Fun English for Flood Awareness” di Sekolah Dasar Desa Ngandong. Rabu, 28 Januari 2026 di SD N 1 Ngandong dan Sabtu, 31 Januari 2026 di SD N 2 Ngandong. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa Sekolah Dasar mengenai konsep dasar sampah, jenis-jenis sampah, serta cara pengelolaan sampah yang benar sejak dini.

Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa Sekolah Dasar mengenai keterkaitan antara sampah dan terjadinya banjir, serta minimnya pengetahuan dasar tentang langkah sederhana yang dapat dilakukan saat menghadapi banjir. Edukasi kebencanaan bagi anak-anak masih terbatas dan jarang disampaikan dengan pendekatan yang komunikatif dan menarik. Padahal, anak-anak memiliki potensi besar sebagai generasi siaga bencana apabila diberikan pemahaman sejak dini dengan metode yang sesuai dengan usia mereka.

Program Fun English for Flood Awareness mengintegrasikan edukasi kebencanaan dengan pembelajaran Bahasa Inggris sederhana. Siswa diperkenalkan pada kosakata dasar terkait banjir dan lingkungan seperti flood, river, trash, clean, danger, dan safe melalui media visual PowerPoint (PPT) yang interaktif dan mudah dipahami.

Materi disampaikan secara dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, untuk membantu siswa memahami konsep banjir serta meningkatkan ketertarikan mereka terhadap pembelajaran. Kegiatan juga dilengkapi dengan sesi interaktif berupa tanya jawab sederhana mengenai penyebab, dampak, dan cara pencegahan banjir.

Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami bahwa sampah dapat menyebabkan banjir, tetapi juga mengetahui langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko banjir, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai.

Tingkatkan Kesadaran Siaga Banjir Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Gelar “Fun English for Flood Awareness” di Desa Ngandong
Siswa SDN 2 Ngandong mengikuti pembelajaran interaktif mengenai penyebab dan dampak banjir melalui pendekatan Bahasa Inggris sederhana, Sabtu (31/01/2026).

Program ini merupakan bagian dari Multidisiplin 2 dengan tema Penguatan Ketangguhan Masyarakat terhadap Banjir. Melalui edukasi kebencanaan sejak usia dini, diharapkan siswa dapat menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan banjir di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini karena dinilai mampu membantu siswa memahami materi kebencanaan dengan cara yang menarik, komunikatif, dan sesuai dengan usia mereka.

Melalui kegiatan Fun English for Flood Awareness, mahasiswa KKN Undip berkontribusi dalam membangun kesadaran generasi muda sebagai fondasi masyarakat Desa Ngandong yang lebih tangguh terhadap bencana banjir.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com