KLATEN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Universitas Diponegoro (Undip) Tahun 2026 terus berupaya mendukung optimalisasi pengelolaan sampah di Desa Ngandong, Klaten. Selain melakukan pembenahan pada aspek identitas visual TPS3R, mahasiswa juga melaksanakan program perbaikan sarana operasional.
Program ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi mahasiswa yang menemukan bahwa ada beberapa mesin di TPS3R mengalami kendala teknis sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut berpotensi menghambat proses pengolahan sampah.
Hasyid Rilo Pambudi, mahasiswa Program Studi Teknik Mesin yang tergabung dalam KKN Tim I Kelompok 95 Universitas Diponegoro Tahun 2026, menjadi pelaksana program perbaikan mesin operasional tersebut. Ia menjelaskan bahwa kegiatan perbaikan dilakukan melalui pendekatan pemeliharaan korektif guna mengembalikan fungsi mesin agar dapat beroperasi kembali secara normal. Salah satu mesin yang menjadi fokus perbaikan adalah mesin conveyor yang digunakan untuk membantu proses pemindahan dan pemilahan sampah di TPS3R.
Proses perbaikan mesin dilakukan melalui beberapa tahapan teknis yang diawali dengan kegiatan observasi pada tanggal 10–16 Januari 2026, meliputi pemeriksaan kondisi mesin secara menyeluruh serta identifikasi penyebab kerusakan. Selanjutnya, proses perbaikan dilaksanakan pada tanggal 29 Februari 2026 dengan melakukan penggantian komponen yang sudah tidak layak pakai. Setelah proses perbaikan selesai, dilakukan pengujian performa mesin untuk memastikan conveyor dapat bekerja dengan baik, stabil, dan aman digunakan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak pemerintah desa maupun pengelola TPS3R karena perbaikan mesin conveyor dinilai mampu meningkatkan efektivitas proses pengolahan sampah. Dengan berfungsinya kembali mesin conveyor, proses pemindahan dan pemilahan sampah menjadi lebih efisien serta membantu meringankan beban kerja petugas di lapangan.
Melalui program perbaikan mesin conveyor ini, KKN Tim I Undip Tahun 2026 berharap fasilitas TPS3R Desa Ngandong dapat beroperasi secara lebih optimal dan berkelanjutan. Selain itu, program ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menerapkan ilmu teknik mesin secara langsung untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik serta mewujudkan desa yang mandiri dan peduli terhadap pengolahan sampah.















