BERITAKULIAH.COM, BANTAENG — Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 67 Universitas Hasanuddin mengadakan program edukasi bertajuk “SAPA KULIT” (Sadar Pentingnya Kulit Sehat) di SD Negeri 54 Binamungan dan SD Negeri 71 Kassi-Kassi, Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai perawatan kulit serta pencegahan penyakit kulit sejak dini.
Kulit merupakan organ terluar tubuh yang memiliki fungsi vital sebagai pelindung dari kuman, paparan cuaca, dan risiko cedera.
Anak-anak di wilayah pedesaan cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami masalah kulit karena faktor kebersihan diri yang kurang terjaga, kondisi lingkungan yang lembap, serta minimnya informasi tentang perawatan kulit yang tepat.
Melalui edukasi ini, diharapkan dapat dilakukan pencegahan sedini mungkin untuk menurunkan angka kejadian penyakit kulit pada anak.
Kegiatan SAPA KULIT dilaksanakan pada tanggal 29 Juli dan 31 Juli 2025 dengan sasaran siswa kelas 1 sampai kelas 6. Sebanyak 52 siswa dari SDN 71 Kassi-Kassi dan 38 siswa dari SDN 54 Binamungan berpartisipasi aktif.
Rangkaian kegiatan meliputi pre-test untuk mengetahui pengetahuan awal, penyampaian materi interaktif tentang jenis penyakit kulit yang umum dialami anak, demonstrasi menjaga kebersihan kulit (cara mandi yang benar, memilih pakaian bersih, dan menjaga lingkungan), praktik mencuci tangan serta membersihkan bagian tubuh, hingga post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman.
Mahasiswa juga membagikan leaflet edukasi dan hadiah kecil sebagai bentuk apresiasi bagi siswa yang aktif.
Penanggung jawab kegiatan, Maryam Nur Rachma Putri A, menyampaikan bahwa edukasi kesehatan kulit sangat penting diperkenalkan sejak usia sekolah dasar.
“Kami ingin anak-anak terbiasa menjaga kebersihan diri, tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah, sehingga terhindar dari penyakit kulit dan tumbuh menjadi generasi yang sehat dan percaya diri,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah dan masyarakat Desa Kayu Loe. Seluruh pembiayaan berasal dari swadaya mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 67.
Keberhasilan program diukur dari peningkatan hasil post-test dibanding pre-test, serta tingginya antusiasme dan partisipasi siswa selama kegiatan berlangsung.













