BERITAKULIAH.COM, BANTAENG — Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 67 Universitas Hasanuddin mengadakan program penyuluhan bertajuk “KALOBIS” (Kayu Loe Bebas ISPA) di lima dusun Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melalui perilaku hidup bersih dan sehat.
Penyakit ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan baik bagian atas maupun bawah, termasuk hidung, tenggorokan, sinus, bronkus, hingga paru-paru. Infeksi ini biasanya disebabkan oleh virus maupun bakteri, dan merupakan salah satu penyakit pernapasan yang umum dan mudah menular. ISPA dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih rentan terjadi pada anak-anak dan lansia yang memiliki sistem kekebalan tubuh lebih lemah.



Program KALOBIS dilaksanakan pada 23 dan 24 Juli 2025 dengan sasaran seluruh masyarakat di lima dusun Desa Kayu Loe. Jumlah peserta yang terlibat mencapai 64 warga dari berbagai kelompok umur.
Rangkaian kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi melalui presentasi dan media poster, pembagian masker, serta post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.
Materi yang disampaikan mencakup pengertian ISPA, penyebab, cara penularan, langkah pencegahan, hingga kapan harus mencari pertolongan medis.
Penanggung jawab kegiatan, Nurmili, menjelaskan bahwa penyuluhan ini penting agar masyarakat dapat mengidentifikasi gejala ISPA sejak dini dan melakukan langkah pencegahan.
“Dengan pengetahuan yang baik, diharapkan masyarakat dapat melindungi diri dan keluarga dari risiko ISPA serta menjaga kesehatan lingkungan,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Sumber pendanaan berasal dari swadaya mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 67.
Indikator keberhasilan diukur melalui kehadiran peserta yang melampaui target serta adanya peningkatan skor pengetahuan dari pre-test ke post-test.













