Transformasi MTs Al-Mafatih: Di Bawah Kepemimpinan H. Muhammad Riski Hamami, Supervisi Pendidikan Jadi Pilar Mutu Berkelanjutan

Avatar photo
Transformasi MTs Al-Mafatih: Di Bawah Kepemimpinan H. Muhammad Riski Hamami, Supervisi Pendidikan Jadi Pilar Mutu Berkelanjutan
Foto bersama Kepala MTs Al-Mafatih, H. Muhammad Riski Hamami, M.Pd.I, bersama tim Tata Usaha (TU) di lingkungan madrasah

JAKARTA – Di tengah gempuran transformasi digital dan pergeseran kurikulum yang kian cepat, mutu pendidikan menjadi harga mati bagi lembaga pendidikan. MTs Al-Mafatih melakukan langkah strategis dengan menjadikan supervisi pendidikan sebagai instrumen utama peningkatan kualitas guru dan siswa.

Di bawah arahan Kepala Madrasah, H. Muhammad Riski Hamami, M.Pd.I, praktik supervisi di lembaga ini membuktikan bahwa pengawasan akademik bukan lagi rutinitas yang menakutkan, melainkan proses pendampingan profesional untuk menjaga standar mutu secara berkelanjutan.

Menggeser Paradigma: Dari ‘Ujian’ ke Pendampingan

  1. Muhammad Riski Hamami menegaskan bahwa supervisi di MTs Al-Mafatih telah mengalami transformasi paradigma. Jika sebelumnya supervisi sering dipahami sebagai bentuk kontrol kaku yang memicu kecemasan guru, kini pendekatan yang digunakan jauh lebih humanis.

“Tugas supervisi di sini bukan mencari kesalahan, tetapi membantu guru menemukan solusi atas tantangan pembelajaran di kelas. Kami memosisikan diri sebagai mitra refleksi dan pendamping pengembangan kompetensi guru,” ujar H. Muhammad Riski Hamami dalam keterangannya.

Sistematis dan Partisipatif

Mutu di MTs Al-Mafatih tidak lahir dari kebetulan, melainkan dibangun melalui sistem yang terencana. Prosesnya dimulai dari perencanaan tahunan yang transparan hingga pertemuan pra-observasi untuk menyepakati fokus pengamatan. Dengan cara ini, tidak ada lagi kesan “mengintai” secara mendadak, melainkan proses yang disepakati bersama.

Beberapa fokus utama dalam observasi kelas meliputi:

  • Kesesuaian Pedagogik: Sinkronisasi rencana pembelajaran dengan praktik di lapangan.
  • Interaksi Dinamis: Bagaimana guru membangun komunikasi dua arah dan mengelola psikologi kelas.
  • Inovasi Teknologi: Efektivitas penggunaan media dan teknologi dalam proses belajar mengajar.

Coaching: Jantung Peningkatan Mutu

Titik krusial yang menjadi keunggulan MTs Al-Mafatih adalah tahap pasca-observasi. Alih-alih memberikan penilaian searah, H. Muhammad Riski Hamami menerapkan pendekatan coaching. Pertanyaan-pertanyaan reflektif dilontarkan untuk mendorong guru berpikir kritis terhadap praktiknya sendiri.

Hasil dari dialog ini kemudian dikonversi menjadi rencana tindak lanjut yang konkret, seperti rekomendasi pelatihan, diskusi kelompok terpumpun (FGD) antar guru, hingga berbagi praktik baik (sharing best practices).

Dampak Nyata: Budaya Mutu Madrasah

Pelaksanaan supervisi yang konsisten ini membawa dampak signifikan. Guru menjadi lebih terbuka terhadap umpan balik, motivasi intrinsik untuk berkembang meningkat, dan inovasi pembelajaran berbasis siswa (student-centered learning) tumbuh subur di lingkungan madrasah.

Lebih jauh, supervisi ini berfungsi sebagai Internal Quality Assurance (Penjaminan Mutu Internal). Hal ini memastikan bahwa Standar Nasional Pendidikan (SNP) benar-benar terimplementasi nyata di setiap ruang kelas, bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif.

Komitmen Menghadapi Tantangan Zaman

  1. Muhammad Riski Hamami menyadari bahwa konsistensi adalah kunci. Meski dihadapkan pada tantangan beban kerja dan keterbatasan waktu, komitmen terhadap mutu menuntut agar supervisi tetap menjadi budaya kerja yang permanen, bukan program musiman.

Dengan kepemimpinan visioner dan pendekatan yang konstruktif, MTs Al-Mafatih menunjukkan bahwa mutu berkelanjutan tidak dibangun dengan tekanan, melainkan dengan kepercayaan. Inilah strategi utama madrasah dalam mencetak generasi yang unggul secara akademik, kuat secara karakter, dan siap menjawab tantangan masa depan.

 

Penulis :

  1. Ahmad Satriya
  2. Aldi
  3. Mohammad Agus Syarif
  4. Muhamad Rafi Sabila
  5. Muhammad Fadhlulloh Syahdan

Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Semester 5 kelas A kelompok 1

 

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com