BERITAKULIAH.COM, KENDAL – Mahasiswa KKN-T IDBU Tim 33 Universitas Diponegoro, yaitu Salsabilla Aulia Putri (Fakultas Sains dan Matematika), Anggi Susilowati (Fakultas Sains dan Matematika), dan Naela Habibah (Fakultas Sains dan Matematika) telah melaksanakan program Sosial Kemasyarakatan yakni survei ketahanan pangan rumah tangga nelayan di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Survei ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat ketahanan pangan, memberikan rekomendasi intervensi kebijakan pemerintah desa. Digelar sejak awal Juli hingga pertengahan Agustus 2025, survei ini menyasar seluruh warga Desa Gempolsewu menggunakan metode sampling Slovin untuk memastikan representasi yang akurat.
Pelaksanaan survei dimulai dengan membuat kerangka sampling, dilanjutkan pengumpulan data lapangan, analisis statistik, dan penyusunan rekomendasi. Kuesioner mencakup identitas responden, profil sosial ekonomi, pola konsumsi pangan sehari-hari, serta skala Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS).
Pemilihan HFIAS didasarkan pada pedoman yang dikembangkan oleh Food and Nutrition Technical Assistance (FANTA) Project, yang diterbitkan oleh USAID pada tahun 2007, sebagai standar internasional untuk menilai ketahanan pangan rumah tangga. Skala Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS) mampu mengukur tingkat ketidakamanan pangan secara mendalam melalui indikator kekhawatiran, keterbatasan akses, dan pengurangan konsumsi makanan yang sangat relevan dengan kondisi rumah tangga nelayan di Desa Gempolsewu.
Berdasarkan hasil survei, sebagian nelayan mengalami penurunan pendapatan secara drastis. “Ya, kalau bulan ini memang lagi susah mba ikannya soalnya kalau orang jawa bilang itu lagi musim paceklik makanya pendapatan turun,” ujar Pak Riyadi, salah satu responden survei.
Berdasarkan analisis skala HFIAS, ditemukan bahwa 51,02% rumah tangga berada pada kategori rawan ringan, 23,47% rawan sedang, dan 1,02% rawan berat, sementara 24,49% diklasifikasikan aman.
Hasil survei ini diharapkan mampu menjadi bahan pertimbangan untuk pemerintah Desa Gempolsewu dalam menyusun kebijakan baru. Peneliti berharap pemerintah dapat menyelenggarakan penyuluhan gizi keluarga dan pengelolaan persediaan pangan dan Mengedukasi masyarakat untuk menyusun menu sehat berbahan lokal yang mudah diperoleh.













