BERITAKULIAH.COM, SEMARANG — Masalah stunting masih menjadi perhatian yang serius diberbagai daerah di Indonesia, termasuk Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Berdasarkan data, Kelurahan Pudakpayung sendiri masih memiliki 8 anak yang terindikasi mengalami stunting.
Melihat urgensi tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 110 Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi berbasis teknologi yaitu SIGAP (Sistem Informasi Gizi Anak Pudakpayung). Website ini dirancang khusus untuk membantu kader posyandu dan orang tua dalam memantau perkembangan gizi anak melalui pencatatan food diary harian.
“SIGAP bukan hanya catatan makan anak, tapi juga alat analisis sederhana yang membantu mengidentifikasi pola asupan gizi. Saya berharap ini dapat membantu penanganan stunting lebih cepat dan tepat,” ujar Vendra, pengembang SIGAP.
Melalui SIGAP, orang tua dapat melakukan pencatatan menu makan harian anak, mulai dari jenis makanan, waktu konsumsi, hingga keadaan atau mood anak. Data ini kemudian dapat diakses oleh kader untuk melakukan evaluasi dan saran perbaikan gizi.
Selain pencatatan food diary, SIGAP juga memberikan dukungan akses informasi seperti “Dapur Cerdas”, “Responsive Feeding”, “MP-ASI”, dan “Masak Cermat”. Semua data juga tersimpan secara aman dan dapat diakses melalui perangkat komputer maupun ponsel.
Peluncuran SIGAP pada tanggal 19 Agustus 2025 mendapat sambutan positif dari masyarakat Pudakpayung. Salah satu orang tua menyampaikan
“Lewat SIGAP, saya tinggal input di HP dan kader posyandu bisa langsung lihat. Saya juga bisa tahu kalau menu makan anak saya kurang sayur atau buah. Jadi lebih tenang,”
Proyek ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem pemantauan gizi anak yang lebih terintegrasi, tidak hanya di Pudakpayung tetapi juga di kelurahan lain. Tim KKN juga berencana menyerahkan panduan penggunaan website kepada pihak kelurahan dan puskesmas agar program dapat berkelanjutan.
Stunting masih menjadi masalah yang kompleks. Namun, dengan kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan teknologi seperti SIGAP dapat membuka jalan menuju generasi yang lebih sehat dan cerdas.













