Tim 60 KKN UNDIP Susun Perencanaan Desain Alat dan Buku Panduan Pengelolaan Maggot untuk Program BUMDes Desa Babalan Lor

Avatar photo
Tim 60 KKN UNDIP Susun Perencanaan Desain Alat dan Buku Panduan Pengelolaan Maggot untuk Program BUMDes Desa Babalan Lor

BERITAKULIAH.COM, Pekalongan — Tim 60 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja berupa perencanaan desain alat dan penyusunan buku panduan pengelolaan maggot di Desa Babalan Lor, Kabupaten Pekalongan. Program kerja ini diniatkan sebagai langkah awal pengembangan usaha budidaya maggot yang direncanakan menjadi bagian dari program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), khususnya untuk mendukung penyediaan pakan ternak lele secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, tim KKN merancang sejumlah alat pendukung utama yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat desa. Perencanaan desain alat ini bertujuan agar proses budidaya maggot dapat berjalan lebih efektif, higienis, serta mudah dioperasikan oleh pengelola BUMDes maupun masyarakat setempat.

Alat pertama yang dirancang adalah kandang maggot, yang berfungsi sebagai tempat utama pembiakan dan pemeliharaan larva lalat. Desain kandang maggot direncanakan dengan memperhatikan sirkulasi udara, perlindungan dari hujan dan hama, serta kemudahan dalam proses pemberian pakan dan pemanenan. Dengan desain kandang yang tepat, diharapkan produktivitas maggot dapat meningkat dan risiko kegagalan budidaya dapat diminimalkan.

Tim 60 KKN UNDIP Susun Perencanaan Desain Alat dan Buku Panduan Pengelolaan Maggot untuk Program BUMDes Desa Babalan Lor

Selain itu, tim KKN juga merancang alat pemisah maggot dari media ternak untuk memudahkan proses panen, alat pengering maggot berbasis energi matahari (solar dryer) untuk memperpanjang masa simpan, serta alat pencacah sampah organik yang berfungsi menyiapkan pakan maggot dari limbah organik. Pemanfaatan sampah organik sebagai pakan maggot diharapkan dapat membantu mengurangi volume limbah rumah tangga di desa sekaligus menciptakan sistem pengelolaan limbah yang lebih produktif.

Seluruh perencanaan desain alat tersebut kemudian dirangkum dan dilengkapi dalam sebuah buku panduan pengelolaan maggot. Buku panduan ini memuat penjelasan mengenai fungsi masing-masing alat, tahapan budidaya maggot, prosedur operasional, hingga tips perawatan dan pemeliharaan alat. Penyusunan buku panduan dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan disertai ilustrasi, sehingga mudah dipahami dan dapat digunakan sebagai pedoman jangka panjang oleh pengelola BUMDes dan masyarakat Desa Babalan Lor.

Tidak hanya memuat aspek teknis, buku panduan ini juga mencantumkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) alat serta perkiraan anggaran operasional, yang disusun sebagai acuan awal bagi BUMDes dalam merencanakan dan merealisasikan usaha budidaya maggot. Dengan adanya RAB dan anggaran operasional, diharapkan pihak desa memiliki gambaran yang lebih jelas terkait kebutuhan biaya dan kelayakan program sebelum diimplementasikan.

Program kerja ini juga mendukung upaya pemanfaatan limbah organik desa secara produktif, sehingga tidak hanya berorientasi pada penyediaan pakan ternak, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Melalui perencanaan desain alat dan penyusunan buku panduan ini, Tim 60 KKN Universitas Diponegoro berharap Desa Babalan Lor memiliki dasar perencanaan yang kuat untuk mengembangkan usaha budidaya maggot sebagai bagian dari program BUMDes, serta mendorong peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Disusun oleh: Fakhril Azhar; Kerren Lintang; Arina Millaty; Alya Samha; Alzahravi Basayev; Yoann Baptist; Zen Ashar

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com