Terapkan PBL Berbasis Drama dan Games Gobag Sodor, KKNT 110 UNDIP Gelar Edufest di SDN Pudakpayung 01

Avatar photo
Terapkan PBL Berbasis Drama dan Games Gobag Sodor, KKNT 110 UNDIP Gelar Edufest di SDN Pudakpayung 01
Siswa-siswi SDN Pudakpayung 01, Semarang, dengan antusias memainkan games tradisional gobag sodor bersama mahasiswa KKN Undip. Permainan ini merupakan bagian dari "Pudakpayung Edufest 2025" yang mengemas edukasi tentang bahaya nyamuk secara menyenangkan.

BERITAKULIAH.COM, SEMARANG — Kelompok 1 yang merupakan bagian dari tim besar KKN T 110 UNDIP, pada Hari Selasa (15/7/2025) telah mengadakan sebuah kegiatan yang bertajuk “Pudakpayung Edufest 2025 ”. Pudakpayung Edufest 2025 merupakan sebuah kegiatan edukasi dan sosialisasi terkait bahaya gigitan nyamuk, yang menargetkan anak anak di SDN Pudakpayung 01 sebagai audiensnya.

Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 01 Pudakpayung, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Semarang.

Pudakpayung Edufest 2025 dilaksanakan dengan tujuan pemberian informasi secara komprehensif terhadap anak anak SDN Pudakpayung 01 mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.

Hal ini ditengarai oleh maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang belakang ini masif terjadi utamanya di Kecamatan Banyumanik.

Dengan dilangsungkannya agenda ini, Tim 110 UNDIP berharap agar adik adik di SDN Pudakpayung 01 menjadi lebih paham terkait bahaya DBD, serta mengetahui pula apa yang menjadi penyebabnya.

Ketua Kelompok 1 KKN T Tim 110, Adjie, menyebutkan bahwa diusungnya edufest ini ditujukan untuk memberikan pengajaran serta pengalaman yang bermakna kepada adik adik di SDN Pudakpayung 01.

Terapkan PBL Berbasis Drama dan Games Gobag Sodor, KKNT 110 UNDIP Gelar Edufest di SDN Pudakpayung 01
Mahasiswa KKN Undip berfoto bersama siswa dan guru SDN Pudakpayung 01, Semarang, setelah kegiatan “Pudakpayung Edufest 2025”. Program ini bertujuan mengedukasi anak-anak tentang bahaya demam berdarah dan pencegahannya.

“Kami ingin mengemas edukasi terkait bahaya nyamuk ini secara lebih istimewa. Tidak hanya berkutat pada sharing pengetahuan melalui sosialisasi, kami juga membawakan drama dan games tradisional gobag sodor dalam rangkaian acara ini. Penerapan PBL semacam ini, kami harapkan dapat meninggalkan kesan yang mendalam bagi adik adik , sehingga tidak akan mudah dilupakan”.

Kegiatan Pudakpayung Edufest dibuka dengan pemaparan sosialisasi tentang Bahaya DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Pemaparan materi juga diselingi dengan pengadaan quiz oleh kakak kakak mahasiswa dari Tim 110 KKN T UNDIP.

Pasca dilakukan sosialisasi, adik adik peserta Pudakpayung Edufest kemudian diajak untuk memainkan games tradisional gobag sodor dan kemudian ditutup dengan pementasan drama “Bersiaga Melawan Nyamuk”.

Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan meriah. Adik adik di SDN Pudakpayung 01 mengikuti seluruh rangkaian acara dengan masyhuk dan antusias. Bu Esti salah satu pengajar di SDN Pudakpayung 01 merasa senang dan terbantu atas kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN T 110 UNDIP.

“Sangat berterimakasih kepada adik adik mahasiswa karena sudah dibantu dalam mengisi materi dan kegiatan. Saya lihat anak anak juga senang dan tertarik, jadi jangan kapok untuk datang kesini lagi ya mas, mbak”, pinta beliau.

Lebih lanjut, Pudakpayung Edufest 2025 merupakan salah satu rangkaian dari program multidisiplin kedua Tim 110 KKNT UNDIP. Program multidisiplin 2 yang diusung berkaitan dengan upaya pencegahan penyakit menular yang salah satunya adalah DBD.

Menurut Dokter Dodik, selaku salah satu dosen pembimbing lapangan Tim 110, hal yang dapat dilakukan untuk menangani kasus DBD bukan hanya menyembuhkannya, melainkan akan lebih baik jika dilaksanakan upaya upaya pencegahannya.

Berangkat dari itu, Tim 110 KKNT UNDIP kemudian menggelar Pudakpayung Edufest 2025. Mereka juga merasa cukup puas dengan jalannya kegiatan pada hari itu.

Mereka berharap, semoga pengetahuan yang disampaikan terkait bahaya nyamuk, dapat dipahami serta diaplikasikan secara konsekuen oleh adik adik peserta dari SDN Pudakpayung 01. “Semoga kegiatan yang kami langsungkan mampu menjauhkan adik adik SDN 01 dari DBD yang saat ini sedang masif terjadi”, tutup Adjie.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com