Tabung Sampah, Dapat Bibit dan Benih! Mahasiswa KKN-T Tim 53 UNDIP Dorong Sekolah Adiwiyata Mandiri Lingkungan

Avatar photo
Tabung Sampah, Dapat Bibit dan Benih! Mahasiswa KKN-T Tim 53 UNDIP Dorong Sekolah Adiwiyata Mandiri Lingkungan
Mahasiswa KKN-T Tim 153 Universitas Diponegoro berfoto bersama siswa-siswi SMKN 2 Surakarta usai kegiatan sosialisasi “Pilah Sampah dan Bank Sampah” pada Sabtu (12/7/2025). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara UNDIP dan PKP RI Kota Surakarta guna mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan melalui insentif bibit tanaman dan benih ikan.

BERITAKULIAH.COM, SURAKARTAMahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam Kelompok 2 KKN-T Tim 153 menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema “Pilah Sampah dan Bank Sampah dengan Insentif Bibit Tanaman dan Benih Ikan” di SMKN 2 Surakarta, Sabtu (12/7).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKP RI) Kota Surakarta dan diikuti oleh anggota ekstrakurikuler pecinta alam (ELMOBPELA) sebagai bagian dari tim Adiwiyata sekolah.

Program ini bertujuan mengedukasi warga sekolah mengenai pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, serta memperkenalkan konsep bank sampah sebagai solusi kreatif dan berkelanjutan dalam pengelolaan limbah rumah tangga.

Melalui bank sampah, warga sekolah dapat menabung sampah non-organik yang masih bernilai ekonomi, seperti plastik dan kertas, yang kemudian akan ditukar dengan nilai insentif berupa bibit tanaman dan benih ikan untuk mendukung program Adiwiyata sekolah.

Keempat pemateri menyampaikan materi sesuai bidang keahlian masing-masing. Sheila Amalia mahasiswa Teknik Lingkungan UNDIP membuka sesi dengan menjelaskan praktik pemilahan sampah organik dan anorganik secara sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah. Menurutnya, langkah kecil seperti ini bisa berdampak besar terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan.

Dilanjutkan oleh Syifa Nur Fadilah mahasiswa Teknik Lingkungan UNDIP yang memaparkan konsep bank sampah dan sistem pencatatan digital. Ia menunjukkan bagaimana warga sekolah bisa menabung sampah layaknya menabung uang, dan mencatatnya secara modern dengan aplikasi sederhana yang memudahkan pelacakan dan penukaran.

Sementara itu, Aisyah Jihan Nabilah mahasiswa Biologi UNDIP menarik perhatian peserta dengan menjelaskan program penukaran sampah menjadi bibit tanaman. “Kami ingin memberi nilai tambah dari sampah, bukan hanya sekadar dibuang, tapi bisa menjadi awal dari ketahanan pangan keluarga,” ujarnya.

Tak kalah menarik, Niken Ardya Maharani mahasiswa Akuakultur UNDIP mengajak warga sekolah mengenal manfaat ekologis dan ekonomis dari penukaran sampah menjadi benih ikan. Edukasi ini menjadi bagian dari penguatan karakter peduli lingkungan dalam program Sekolah Adiwiyata.

“Kami ingin membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah, sekaligus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Dengan menabung di bank sampah dan mendapatkan bibit tanaman atau benih ikan, warga tidak hanya menjaga lingkungan tapi juga mendapat hasil ekonomi jangka panjang,” ujar Sheila, Mahasiswa KKN.

Tabung Sampah, Dapat Bibit dan Benih! Mahasiswa KKN-T Tim 53 UNDIP Dorong Sekolah Adiwiyata Mandiri Lingkungan
Dokumentasi menanam bibit tanaman sebagai bagian dari insentif bank sampah dalam program sosialisasi yang digelar mahasiswa KKN-T UNDIP.

Program ini disambut antusias oleh para peserta. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif warga sekolah, panitia KKN-T memberikan hibah berupa tong sampah terpilah, bibit tanaman, dan benih ikan. Hibah ini diharapkan mampu memperkuat komitmen sekolah dalam pelaksanaan program Adiwiyata serta menjadi langkah awal menuju sekolah berwawasan lingkungan yang mandiri dalam pengelolaan sampah dan pangan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kelompok 2 KKN-T Tim 153 UNDIP berharap benih semangat peduli lingkungan yang telah ditanamkan akan tumbuh menjadi gerakan berkelanjutan. Sebuah langkah kecil dari sekolah, namun berpotensi besar dalam menciptakan generasi yang sadar lingkungan, mandiri secara pangan, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com