Supervisi Pendidikan sebagai Upaya Nyata Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah

Avatar photo
IMG_4188

BERITAKULIAH.COM, Jakarta — Supervisi pendidikan adalah salah satu elemen penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah. Fungsi supervisi tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga sebagai alat untuk meningkatkan profesionalisme guru agar dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Namun, dalam praktiknya, supervisi seringkali dianggap menakutkan dan hanya berkaitan dengan penilaian. Pandangan tersebut membuat beberapa guru merasa tertekan ketika mengalami supervisi. Dari laporan supervisi pendidikan di SMPIT Rahmaniyah Full Day School, terlihat bahwa pendekatan supervisi dapat dilakukan dengan cara yang lebih manusiawi, kolaboratif, dan fokus pada perbaikan yang berkelanjutan.

Supervisi Pendidikan sebagai Upaya Nyata Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah

Laporan tersebut menampilkan bahwa supervisi pembelajaran di sekolah itu direncanakan secara terstruktur dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Supervisi dilaksanakan sekali dalam satu semester dan diatur berdasarkan jadwal mengajar para guru. Sebelum dilakukan supervisi, guru yang terlibat sudah mendapatkan informasi sebelumnya sehingga mereka punya waktu untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran. Persiapan yang matang ini menandakan bahwa supervisi tidak dilakukan secara mendadak, melainkan merupakan bagian dari rencana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan adanya rencana yang jelas, supervisi lebih terarah dan memiliki tujuan yang konkret.

Saat pelaksanaannya, supervisi dilakukan dengan cara pengamat dari supervisor yang mengamati proses pembelajaran di kelas sejak awal hingga akhir. Selama pembelajaran berlangsung, supervisor tidak melakukan intervensi langsung. Tujuannya adalah agar proses belajar mengajar tetap berlangsung secara alami tanpa gangguan. Pendekatan ini membuat guru merasa lebih nyaman dan tidak stres, sehingga mereka dapat mengajar dengan gaya dan kemampuan mereka yang sebenarnya. Kesalahan atau kekurangan yang ditemukan saat observasi tidak langsung disampaikan di dalam kelas, melainkan dibahas pada sesi refleksi setelah pembelajaran selesai.

Tahap refleksi sangat penting dalam proses supervisi. Pada fase ini, guru diberi kesempatan pertama untuk memberikan penilaian mengenai pelajaran yang telah dilaksanakan. Guru dapat menjelaskan apakah pembelajaran sesuai dengan rencana, tantangan yang dihadapi, serta aspek yang berjalan baik. Setelah itu, supervisor memberikan umpan balik sesuai dengan hasil pengamatan dan alat supervisi yang digunakan. Proses refleksi dilakukan melalui diskusi dua arah, bukan sekadar instruksi dari satu pihak. Dengan cara ini, guru merasa dihargai sebagai profesional dan lebih terbuka terhadap saran perbaikan.

Supervisi pembelajaran di SMPIT Rahmaniyah juga lebih berorientasi pada pembinaan daripada penilaian. Hal ini tampak dari adanya tindak lanjut setelah supervisi dilakukan. Hasil dari supervisi tidak hanya tertuju pada pemberian nilai, tetapi juga menjadi dasar untuk menyusun program pembinaan bagi guru. Tindak lanjut tersebut bisa berupa diskusi dalam forum Kelompok Kerja Guru (KKG), pelatihan internal, atau pendampingan sesuai kebutuhan guru. Jika ada kelemahan dalam aspek tertentu, seperti pengelolaan kelas atau penggunaan teknologi pembelajaran, maka pembinaan akan difokuskan pada area tersebut.

Hubungan antara supervisor dan guru selama proses supervisi terjalin secara profesional dan bersifat kolaboratif. Supervisor berupaya menciptakan suasana yang terbuka dan nyaman, sehingga guru tidak merasa diawasi atau dicari-cari kesalahannya. Meskipun awalnya beberapa guru merasa cemas saat disupervisi, secara umum supervisi dianggap sebagai kegiatan yang mendukung pengembangan diri guru. Pendekatan supervisi juga disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing guru, sehingga tidak bersifat kaku atau seragam.

Namun, laporan tersebut juga menyatakan bahwa partisipasi guru dalam tahap perencanaan supervisi masih terbatas. Jadwal dan fokus supervisi sepenuhnya ditentukan oleh manajemen sekolah. Meskipun hal ini menjadi wewenang manajemen, melibatkan guru lebih aktif dalam perencanaan supervisi dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitas supervisi. Dengan melibatkan guru, supervisi dapat lebih sesuai dengan kebutuhan sebenarnya di kelas dan memperkuat rasa tanggung jawab guru terhadap proses perbaikan pembelajaran.

Secara keseluruhan, supervisi pendidikan di SMPIT Rahmaniyah Full Day School menunjukkan bahwa pendekatan yang humanis dan kolaboratif dalam supervisi mampu memberikan dampak positif pada kualitas pembelajaran. Supervisi kini tidak lagi dianggap sebagai aktivitas yang menakutkan, melainkan sebagai alat bagi guru untuk melakukan refleksi dan memperbaiki cara mengajarnya. Guru menjadi lebih konsisten dalam mempersiapkan pembelajaran dan lebih menerima masukan yang konstruktif.

Pada akhirnya, supervisi pendidikan yang efektif akan berperan langsung dalam meningkatkan mutu pendidikan secara keseluruhan. Guru yang mendapatkan bimbingan yang baik akan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih berarti bagi siswa. Oleh karena itu, supervisi pendidikan harus terus dikembangkan sebagai proses pengembangan profesional yang berkelanjutan, bukan sekadar sebagai kegiatan penilaian administratif. Dengan supervisi yang tepat, sekolah dapat membentuk budaya profesional yang mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara maksimal.

Penulis: Nisa Humaidatuzzahra
Mahasiswa FTIK Universitas PTIQ Jakarta.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com