BERITAKULIAH.COM, Sidoarjo — Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur melaksanakan kegiatan sosialisasi berjudul “Stop Bullying, Start Empathy: Membangun Kepedulian Pelajar Berlandaskan Pancasila” di SMP Al-Falah Darussalam.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi mengenai pencegahan bullying dan penanaman nilai empati kepada para siswa.
Sebagai langkah awal, kegiatan dibuka dengan pemaparan materi dasar mengenai bullying dan nilai-nilai Pancasila. Sesi materi menjelaskan bentuk-bentuk bullying, dampaknya bagi korban, serta bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan untuk mencegah perundungan di lingkungan sekolah.
Penyampaian materi yang komunikatif membuat siswa lebih mudah memahami bahwa tindakan sederhana sekalipun dapat berpengaruh besar pada kenyamanan orang lain.
Setelah penyampaian materi, kegiatan berlanjut dengan Focus Group Discussion (FGD). Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan kasus bullying secara acak untuk dianalisis. Setiap kelompok kemudian mengolah kasus tersebut melalui diskusi mendalam dan menuliskan hasil FGD mereka dalam bentuk mind map atau tampilan kreatif di kertas manila.
Metode ini terbukti efektif mendorong siswa berpikir kritis, bekerja sama dalam tim, serta memahami langkah-langkah penyelesaian bullying melalui proses diskusi yang terstruktur.
Untuk menjaga antusiasme, panitia menyisipkan sesi ice breaking yang membuat suasana lebih rileks dan menyenangkan. Setelah sesi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi akhir, di mana panitia menilai seluruh hasil FGD dan memilih empat kelompok terbaik berdasarkan isi, kreativitas, dan ketepatan solusi. Keempat kelompok terpilih kemudian maju satu per satu untuk memaparkan hasil FGD mereka di depan kelas.

Setelah seluruh kelompok selesai mempresentasikan hasil FGD, ketua pelaksana, Vriesta, menyampaikan evaluasi kepada para siswa. “Hampir keseluruhan FGD sesuai dengan yang diharapkan. Siswa memahami bentuk-bentuk bullying, dampaknya bagi korban, nilai-nilai Pancasila yang dilanggar, serta bagaimana mengatasi bullying dengan empati,” jelas Vriesta.
Usai penyampaian evaluasi, kegiatan dilanjutkan dengan Mini Appreciation Session yang ditujukan khusus bagi empat kelompok terpilih sebagai bentuk penghargaan atas apresiasi FGD terbaik serta dedikasi mereka saat memaparkan hasil FGD.
Setelah seluruh rangkaian tersebut, kegiatan ditutup dengan momen refleksi melalui love letter. Pada sesi ini, siswa menuliskan perasaan, pengalaman, serta masukan mereka mengenai kegiatan. Banyak yang menuliskan pesan menyentuh dan mencerminkan adanya perubahan pemahaman maupun kesadaran diri.
Ada siswa yang menunjukkan refleksi diri setelah memahami materi anti-bullying, “Sebelumnya makasih ya kak sudah memberikan materi ‘bullying’. Menurutku materi ini bisa bikin aku sadar atas perlakuanku sebelumnya pada teman-teman. Semoga dengan ini aku dan teman-teman bisa lebih waspada saat melakukan suatu tindakan.”
Kutipan tersebut memperlihatkan bahwa sosialisasi tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka ruang bagi siswa untuk menyadari perilaku masa lalu dan memperbaiki diri melalui sikap empati.
Pada akhir kegiatan, pihak Kesiswaan SMP Al-Falah Darussalam, Ustadz Dhika, memberikan apresiasi atas rangkaian sosialisasi yang telah berjalan dengan baik. “Kegiatan ini memberi edukasi kepada anak-anak, ada feedback-nya juga, jadi mereka bukan hanya mendengar materi tetapi juga dapat menyampaikan pengalaman dan pendapatnya sendiri. Harapannya, mereka memperoleh pengetahuan baru mengenai bullying dan dapat lebih berhati-hati dalam bertindak,” ujar Ustadz Dhika.
Dengan rangkaian kegiatan yang edukatif, interaktif, dan penuh refleksi, sosialisasi yang diselenggarakan oleh Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur ini diharapkan menjadi langkah penting dalam membangun budaya sekolah yang aman, empatik, dan selaras dengan nilai-nilai Pancasila.













