Kerjo Kidul, 26 Januari 2026 — Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam Tim KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim I Kelompok 125 melaksanakan program kerja bertajuk “Rancang Bangun Alat Pencacah Sampah Organik Berbasis Teknologi Tepat Guna untuk Pengelolaan Lingkungan Desa” di Desa Kerjo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri,
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Asep Bambang Setiawan, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin UNDIP, bersama Sadina Alia Pasha, mahasiswa Jurusan Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur UNDIP. Program tersebut dihadiri oleh perangkat Desa Kerjo Kidul serta perwakilan Karang Taruna Desa Kerjo Kidul sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Program rancang bangun alat pencacah sampah organik ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di desa yang masih didominasi oleh metode konvensional. Sampah organik yang belum dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa KKN-R UNDIP menghadirkan solusi berupa alat pencacah sampah organik berbasis teknologi tepat guna yang dirancang agar mudah dioperasikan, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Alat ini diharapkan dapat membantu proses pengolahan sampah organik menjadi bahan yang lebih mudah dimanfaatkan, seperti kompos.
Selain penyerahan alat, mahasiswa juga memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terkait cara pengoperasian dan perawatan alat pencacah sampah organik. Edukasi ini bertujuan agar alat dapat digunakan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, serta memiliki umur pakai yang lebih panjang.
Dalam pelaksanaannya, Asep Bambang Setiawan berperan dalam perancangan bentuk fisik dan sistem kerja alat pencacah sampah organik, sementara Sadina Alia Pasha berkontribusi dalam perancangan struktur pendukung alat, meliputi desain rangka, tata letak komponen, serta aspek ergonomi dan estetika. Keduanya juga memastikan alat yang dirancang aman dan nyaman digunakan oleh masyarakat. Selain itu, mahasiswa turut menyusun gambar kerja sederhana sebagai panduan teknis, sehingga masyarakat dapat memahami struktur alat dan melakukan perawatan mandiri apabila diperlukan di kemudian hari.
Perangkat desa dan Karang Taruna Desa Kerjo Kidul menyambut baik program ini dan berharap alat pencacah sampah organik yang telah dirancang dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung pengelolaan lingkungan desa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-R UNDIP berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik serta mendorong terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.













