Peran Pengembangan Ekonomi Pariwisata dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Pemandian Air Panas Cangar

Avatar photo
Peran Pengembangan Ekonomi Pariwisata dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Pemandian Air Panas Cangar
Suasana asri di objek wisata Pemandian Air Panas Cangar, Kota Batu, yang dikelilingi vegetasi hijau khas pegunungan.

BERITAKULIAH.COM, Malang — Pariwisata pada dasarnya merupakan kegiatan bepergian atau berlibur ke suatu tempat dengan tujuan mencari hiburan. Meskipun demikian, pariwisata memiliki cakupan yang lebih luas karena dapat berperan sebagai media pemanfaatan sumber daya alam secara maksimal serta memberikan kontribusi dalam peningkatan nilai ekonomi wilayah setempat.

Tempat wisata yang memiliki daya tarik yang menawan mampu menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah, sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap keindahan alam dan memperkuat rasa cinta tanah air. Aktivitas pariwisata juga memberikan dampak positif dengan mengurangi kejenuhan, memicu kreativitas, dan mendukung peningkatan produktivitas. Kondisi tersebut menegaskan bahwa pariwisata berperan penting sebagi sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat aspek sosial dan buda di berbagai wilayah global (Joseph et al., 2023).

Selaras dengan pandangan tersebut, sektor pariwisata tidak sekedar berperan sebagai media rekreasi, melainkan juga menjadi alat strategis dalam mendorong pembangunan daerah melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pemanfaatan potensi lokal secara optimal. Pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dalam sector pariwisata mampu menghasilkan manfaat jangka panjang, baik bagi pertumbuhan ekonomi maupun upaya pelestarian lingkungan, sehingga mempertegas peran pariwisata sebagai penopang pembangunan yang berkelanjutan dan seimbang.

Pada tingkat global, sektor pariwisata telah tumbuh menjadi salah satu penggerak ekonomi utama yang berkontribusi signifikan terhadap penyediaan lapangan kerja peningkatan devisa negara, serta pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Pada wilayah dengan mayoritas penduduk muslim, peran sektor pariwisata sebagai penggerak perekonomian juga memiliki potensi yang sangat signifikan (Oktaviani et al., 2023).

Pengembangan pariwisata perlu dilakukan dengan pendekatan yang menghormati nilai, keyakinan, serta sensitivitas budaya masyarakat muslim setempat, sehingga tidak hanya diarahkan pada aspek ekonomi, namun juga mampu menjaga keharmonisan kehidupan sosial serta jati diri budaya masyarakat. Pendekatan yang sesuai dengan prinsip-prinsip keislaman diyakini mampu meningkatkan penerimaan masyarakat lokal terhadap aktivitas pariwisata, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan wisata yang nyaman, aman, dan beretika.

Pengembangan Wisata dengan Tingkat Kunjungan Wisatawan

Pengembangan destinai wisata dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu serta meningkatkan daya saing kawasan wisata. Soemanto dalam Syafari et al. (2023) menyatakan bahwa pengembangan (ODTW) memiliki peran krusial dalam memajukan sektor pariwisata dan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak seperti masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, serta sektor wisata. Pengembangan yang dikelola dengan baik mampu meningkatkan kepuasan wisatawan serta memperkuat daya tarik destinasi sehingga kunjungan wisatawan bertambah. Dengan demikian, peran aktif masyarakat lokal dan pengelola sangat diperlukan agar proses pengembangan dapat berlangsung secara terarah dan berkelanjutan.

Pengembangan pariwisata melibatkan beberapa unsur utama yang perlu diperhatikan, yaitu atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. Atraksi berfungsi sebagai daya tarik utama yang menjadi ciri khas suatu destinasi, amenitas berperan dalam menyediakan kenyamanan dan fasilitas pendukung bagi wisatawan, sedangkan aksesibilitas berkaitan dengan kemudahan wisatawan dalam mencapai lokasi wisata. Ketiga komponen tersebut memiliki keterkaitan yang saling menguatkan dan harus dikembangkan secara terpadu agar pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) berjalan optimal, mampu meningkatkan mutu destinasi, dan turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi serta kehidupan sosial masyarakat sekitar sebagaimana disampaikan oleh Soemanto dalam Syafari et al., (2023).

Minat wisatawan dalam berkunjung ke suatu destinasi wisata ditentukan oleh berbagai factor, khususnya mutu pelayanan serta strategi promosi yang diterapkan. Tingkat kepuasan terhadap pelayanan yang diterima menjadi dasar penting bagi wisatawan dalam menentukan kunjungan kembali, karena pengalaman positif akan membentuk citra yang baik terhadap destinasi. Pelayanan yang optimal dapat meningkatkan minat serta loyalitas wisatawan, sementara promosi yang tepat diperlukan untuk menghadapi persaingan antar destinasi. Hal tersebut sejalan dengan Umur (2022) yang menyatakan bahwa promosi yang efektif mampu menarik perhatian wisatawan dan mendorong mereka memilih suatu destinasi wisata.

Meningkatnya jumlah wisatawan memiliki peranan penting dalam meningkatkan pendapatan destinasi serta memajukan sektor pariwisata. Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan, dan fasilitas yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar. Kunjungan wisatawan yang tinggi juga memberikan kontribusi sebagai sumber devisa negara serta menambah pendapatan daerah dan masyarakat lokal (Sejahtri, 2022). Selain itu, pertumbuhan wisatawan menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru sehingga pariwisata berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Keterkaitan Antara Pembaharuan Lokasi Wisata dengan Peningkatan Ekonomi di Bidang Pariwisata

Revitalisasi merupakan proses penataan ulang pada suatu kawasan atau elemen yang sebelumnya mengalami kemajuan, namun selanjutnya menghadapi kenaikan maupun penurunan kualitas. Pelaksanaan revitalisasi dapat dilakukan pada skala makro maupun mikro, tergantung pada luas dan kompleksitas kawasan yang menjadi fokus. Proses tersebut meliputi perbaikan berbagai aspek, termasuk fisik, ekonomi, dan sosial, sehingga perubahan yang terjadi tidak hanya bersifat tampilan luar, tetapi juga berdampak positif pada kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Revitalisasi tidak semata-mata berfokus pada pembenahan tampilan kawasa, tetapi juga mencakup peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat serta upaya pelestarian dan pengenalan budaya setempat. Oleh karena itu, keberhasilan revitalisasi sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, sehingga program yang dijalankan dapat berkelanjutan, diterima dengan baik, dan memberikan manfaat nyata bagi warga setempat (Erviani, 2023). Pendekatan yang bersifat komprehensif menjadikan revitalisasi tidak hanya berperan dalam memulihkan vitalitas kawasan yang mengalami penurunan, tetapi juga dalam memperkuat identitas budaya, memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, serta menguatkan perekonomian lokal secara berkelanjutan sebagaimana dikemukakan oleh Erviani (2023).

Sebagai fasilitas publik, obyek wisata membutuhkan dukungan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur agar pengunjung dapat menikmati wisata dengan aman dan nyaman. Pengelola destinasi perlu menilai kondisi infrastruktur yang ada, serta meningkatkan kualitasnya melalui perbaikan atau penambahan fasilitas pendukung guna meningkatkan kepuasan wisatawan dan menarik pengunjung dari berbagai latar belakang (Ardiansyah, 2023). Selain itu, revitalisasi kawasan wisata dapat meningkatkan minat kunjungan dan memperkuat citra destinasi. Upaya tersebut juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal seiring meningkatnya aktivitas pariwisata yang berkelanjutan.

Menurut Fitriani (2022) revitalisasi kawasan memberikan berbagai manfaat positif, antara lain memperkuat UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dampak tersebut terlihat dari meningkatnya pendapatan warga, terbukanya lapangan kerja baru, serta berkembangnya aktivitas ekonomi lokal. Selain itu, revitalisasi turut mendorong interaksi sosial yang lebih intens karena masyarakat semakin aktif bersosialisasi dan mempererat hubungan antarwarga. Oleh karena itu, revitalisasi tidak hanya memberikan pengaruh pada sector ekonomi, tetapi juga berperan dalam memperkuat kohesi sosial serta menunjang pembangunan kawasan yang berkelanjutan

Upaya Peningkatan Ekonomi Melalui Pengembangan Pariwisata Pemandian Air Panas Cangar

Pemerintah perlu menyusun rencana dan mengalokasikan dana khusus untuk mengembangkan potensi wisata agar pengelolaannya lebih efektif dan mampu menarik lebih banyak pengunjung. Masyarakat sekitar memiliki peran penting dengan mendukung keberadaan destinasi serta terlibat aktif dalam pengelolaannya. Kolaborasi antara pemerintah dan warga, misalnya melalui penyerahan lahan dan sikap ramah terhadap wisatawan, menciptakan hubungan yang harmonis serta lingkungan wisata yang aman dan nyaman (Ndjurumbaha et al., 2024). Dengan demikian, pengembangan sector pariwisata tidak semata-mata menitik beratkan pada pembangunan fisik dan peningkatan ekonomi, tetapi juga mendorong terciptanya interaksi sosial yang konstruktif.

Menurut Pangestu (2024), pengelolaaan potensi objek wisata perlu didukung oleh strategi pengembangan yang tepat agar destinasi mampu tumbuh secara maksimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Strategi tersebut harus dijalankan oleh seluruh pihak yang terkait dengan objek wisata, termasuk pemerintah, pengelola, pelaku usaha, dan masyarakat lokal. Strategi pengembangan sendiri merupakan serangkaian perencanaan yang dirancang agar tujuan pengembangan dapat tercapai secara efektif, terstruktur, dan sistematis.

Pengembangan objek wisata tidak hanya memperkuat daya tarik dan daya saing suatu lokasi, namun juga membawa dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi masyarakat lokal. Hal ini terlihat dari peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan lapangan kerja, dan penguatan perekonomian daerah secara umum (Pangestu, 2024). Penerapan strategi pengembangan yang efektif berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi dan sosial di kawasan wisata. Pendekatan pariwisata berbasis masyarakat dapat digunakan untuk memberdayakan warga lokal, termasuk dalam pengembangan destinasi wisata pedesaan (Mutiarasari, 2025). Hal tersebut menegaskan bahwa penerapan model pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi warga, keberlanjutan sektor pariwisata, serta pelestarian lingkungan setempat.

Selain itu, model tersebut menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat ekonomi pariwisata, serta memperbaiki infrastruktur lokal untuk mendorong keterlibatan masyarakat yang lebih aktif dalam promosi destinasi. Partisipasi masyarakat yang tinggi membuat destinasi wisata tidak hanya lebih menarik bagi pengunjung, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi tambahan bagi warga lokal dan memastikan pengelolaan pariwisata berjalan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penerapan model pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, sebagaimana dijelaskan oleh Mutiarasari (2025), menjadi strategi penting untuk menciptakan destinasi yang mandiri, inklusif, dan ramah lingkungan.

Pengembangan ekonomi pariwisata di kawasan Pemandian Air Panas Cangar berkontribusi besar dalam meningkatkan kunjungan wisatawan serta memberikan pengaruh positif terhadap kondisi ekonomi, sosial, budaya masyarakat sekitar. Strategi pengembangan yang terstruktur, termasuk revitalisasi kawasan, peningkatan fasilitas, dan promosi yang tepat, mampu meningkatkan daya tarik destinasi dan kepuasan pengunjung. Keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan wisata juga memberikan manfaat berupa pemberdayaan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pelestarian budaya daerah.

Kerja sama antara pemerintah, pengelola destinasi, pelaku usaha, dan masyarakat lokal menjadi faktor penting agar pengembangan pariwisata dapat berlangsung berkelanjutan dan inklusif. Penerapan model pariwisata berbasis masyarakat membuat destinasi lebih menarik bagi pengunjung, memperkuat interaksi sosial, menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara konsisten. Dengan demikian, Pemandian Air Panas Cangar berpotensi menjadi model pengelolaan pariwisata yang sanggup menyelaraskan kepentingan ekonomi, sosial, serta kelestarian lingkungan.

Peran Pengembangan Ekonomi Pariwisata dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan di Pemandian Air Panas Cangar

Penulis: Alga Putra Arbiansyah Ramdani
Mahasiswa S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com