Penguatan Insight dan Kapasitas Bisnis UMKM “Kampung Pastry” di Desa Tempeh Lor Lumajang, melalui Edukasi Promosi dan Pendampingan Sosial Media Digital Oleh Mahasiswa PMM UMM

Avatar photo
f33cd610-1f22-49db-9720-3bbfadeaff09
Dokumentasi bersama Pengusaha UMKM Lokal "Kampung Pastry" di Desa Tempeh Lor, Lumajang

BERITAKULIAH.COM, LUMAJANG — Di tengah pesatnya arus digitalisasi yang membentuk peluang ekonomi baru, peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi desa mulai mendapat sorotan. Namun sayangnya, tidak semua pelaku UMKM mampu mengikuti laju transformasi digital secara optimal. Menjawab tantangan tersebut, sekelompok mahasiswa dari Program Pengabdian Masyarakat (PMM) melalui skema PMM Berdampak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), hadir dengan sebuah program transformatif yang dilaksanakan di Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

PMM Sangkara Kelompok 121, yang melaksanakan program di Desa Tempeh Lor, Lumajang, berfokus pada usaha UMKM “Kampung Pastry” dengan bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM lokal agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam aspek pemasaran digital melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Membangun UMKM Go-Digital, dimulai dari branding hingga konten sosial media program yang dirancang tim PMM Sangkara Kelompok 121 tidak hanya sekadar menyelenggarakan pelatihan satu arah. Mulai dari identifikasi masalah, penyusunan strategi konten yang menarik, hingga pelatihan yang dilakukan bersama-sama dengan pelaku UMKM dan karyawan, demi menaikkan Insight Sosial Media agar dapat dijangkau secara luas.

Langkah awal dari program ini adalah edukasi mengenai pentingnya media sosial sebagai alat pemasaran utama di era digital. Melalui pelatihan interaktif, para pelaku usaha diajarkan cara membuat dan menyusun konten promosi, seperti foto produk, video reels, serta memanfaatkan fitur-fitur di Instagram dan TikTok untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Dalam sesi ini, mereka juga diberikan pengetahuan dasar mengenai insight media sosial, agar mereka mampu menganalisis performa promosi secara mandiri.

Tidak berhenti di situ, tim PMM juga memfasilitasi proses rebranding produk mulai dari desain stiker, hingga perbaikan desain kemasan packaging yang lebih menarik dan sesuai dengan target pasar. Hasil akhir dari tahapan ini diharapkan mampu menaikkan citra produk, serta meningkatkan daya saing UMKM “Kampung Pastry” di Desa Tempeh Lor.

Dari kelompok PMM Sangkara Kelompok 121 melakukan pendampingan Intensif untuk Hasil yang Berkelanjutan. Menyadari bahwa transformasi digital tidak dapat terjadi secara instan, program ini juga melibatkan pendekatan pendampingan berkelanjutan. Setiap pelaku usaha yang terlibat dalam program didampingi secara langsung dalam implementasi konten digital mereka. Kami membantu secara teknis dalam pengambilan foto, pengeditan video pendek, pembuatan copywriting, serta pengaturan waktu unggah (posting schedule) untuk menjaga ritme promosi di media sosial.

Hal ini bertujuan agar pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga terbiasa menerapkan kemampuan tersebut secara praktis. Pendampingan dilakukan secara berkala, sehingga para pelaku usaha dapat menyampaikan kendala dan memperoleh solusi yang relevan secara cepat. Program ini tidak hanya bertujuan menghasilkan dampak jangka pendek selama masa pengabdian, melainkan berorientasi jangka panjang. Tujuan akhirnya adalah terciptanya ekosistem UMKM yang mandiri, inovatif, dan adaptif secara digital di Desa Tempeh Lor. Harapannya, pelaku usaha dapat melanjutkan strategi pemasaran digital secara konsisten bahkan setelah program selesai.

PMM Sangkara, Kelompok 121
Universitas Muhammadiyah Malang
PMM Berdampak UMM 2025

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com