Melawan Demam Panggung, Mengapa Gen Z Tetap Butuh Public Speaking di Era Digital?

Avatar photo
Melawan Demam Panggung, Mengapa Gen Z Tetap Butuh Public Speaking di Era Digital?
Seorang pembicara sedang berbicara di depan banyak audiens, menggambarkan pentingnya kemampuan public speaking dalam menyampaikan ide secara percaya diri dan efektif di era digital. (Sumber: Canva)

BERITAKULIAH.COM, Surabaya — Di era digital, kemampuan public speaking menjadi keterampilan yang sangat penting dan tidak bisa diabaikan terutama bagi Gen Z. Gen Z dikenal sebagai generasi yang aktif di media sosial, adaptif, serta kreatif. Namun, tidak semua Gen Z memiliki keberanian dalam menyampaikan ide secara lisan di depan umum. Oleh karena itu, kemampuan dalam pengembangan public speaking tetap menjadi kebutuhan penting yang harus dilatih.

Kemampuan public speaking merupakan bagian penting dari kompetensi komunikasi yang berperan dalam menyampaikan ide, membangun kepercayaan diri, serta mempengaruhi audiens secara efektif. Menurut Lucas (2015), public speaking tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai alat untuk membangun kredibilitas dan hubungan antara pembicara dan pendengar.

Bagi Gen Z keterampilan public speaking memiliki peran penting dalam meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi profesional. Dengan demikian, public speaking menjadi keterampilan yang sangat penting dalam menunjang pendidikan, karier, dan kehidupan sosial.

Menurut Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A., dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, kemampuan komunikasi yang efektif sangat penting untuk kehidupan kita. “Public speaking adalah kegiatan penyampaian pesan berupa ide/gagasan yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, menghibur audiens, serta mempengaruhi audiens.”

Sementara itu, menurut Karina Achmad Yulianti, mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) “Public speaking adalah kemampuan seseorang berbicara di depan banyak orang untuk melatih keberanian dan kepercayaan diri, namun tidak hanya secara langsung tetapi juga mencakup kemampuan menyampaikan pesan secara jelas melalui media digital.”

Public speaking dibutuhkan oleh semua kalangan Gen Z, khususnya mahasiswa. Di dunia perkuliahan mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan public speaking karena keterampilan ini meningkatkan kepercayaan diri, memperkuat akademik, mendukung personal branding, serta membuka peluang karier. Dengan demikian, public speaking bukan hanya sebuah keterampilan melainkan kompetensi dasar yang mendukung kesiapan karier mahasiswa di masa mendatang.

Tetapi faktanya, sebagai mahasiswa ada beberapa tantangan yang sering dihadapi dalam public speaking, seperti takut salah bicara, nervous, dan kurang persiapan. Namun, semua itu hal yang normal dan bisa dilatih, seperti dengan cara menguasai materi, latihan di depan cermin, serta menganggap demam panggung adalah hal yang wajar.

Public speaking adalah kemampuan penting yang wajib dimiliki Gen Z, terutama mahasiswa. Dikarenakan kemampuan public speaking sangat berperan dalam menunjang akademik, hingga kesiapan masuk dunia kerja. Rasa takut dan nervous adalah hal yang wajar, dengan adanya latihan yang konsisten, maka Gen Z dapat mengembangkan public speaking yang efektif dan percaya diri. Menguasai public speaking berarti membuka lebih banyak peluang untuk menyampaikan ide, membangun relasi, serta mengembangkan potensi diri.

Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Public Speaking (Kelas G) yang diampu oleh Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A., sekaligus sebagai refleksi atas pentingnya penguasaan public speaking bagi Gen Z di era digital.

Penulis: Karina Achmad Yulianti (1152400164)
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com