BERITAKULIAH.COM, Gresik — Sejumlah mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Moderasi Beragama Melalui Pelatihan Kepemimpinan Moderat untuk Organisasi Pemuda (OSIS) SMPN 17 Gresik” pada Kamis, 11 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dilaksanakan di SMPN 17 Gresik dan memiliki tujuan supaya pengurus OSIS bisa menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang moderat, toleran, serta menghargai keberagaman.
Kegiatan ini melibatkan 8 mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur dan diikuti oleh 20 peserta OSIS SMPN 17 Gresik. Rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif melalui workshop, roleplay, dan Forum Group Discussion (FGD) yang membahas kepemimpinan berlandaskan nilai-nilai agama dan hal-hal mengenai keberagaman. Selain itu, juga diadakan mini activity berupa kegiatan menempelkan sticky notes yang sudah ditulis oleh para peserta tentang ajaran agama serta kesan dan pesan mereka selama mengikuti kegiatan ini sebagai refleksi.
Ketua pelaksana kegiatan, Sahrul, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pola pikir kepemimpinan yang adil dan tidak ekstrem.
“Kami ingin generasi muda, terutama OSIS sebagai tonggak kepemimpinan muda, bisa paham betapa pentingnya sikap moderat dalam beragama, tidak memihak satu pihak saja,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan langsung dari pembina OSIS SMPN 17 Gresik, Baqi’ Bukhori S.Pd. Dalam sambutannya, beliau berharap materi yang disampaikan oleh para mahasiswa bisa bermanfaat dan dapat memberikan dampak positif bagi para peserta.
“Semoga apa yang diberikan kakak-kakak UPN ‘Veteran’ Jawa Timur bisa bermanfaat untuk adik-adik SMPN 17 Gresik, karena materi ini cukup penting dan relevan bagi mereka,” tuturnya.
Menurut dosen pengampu kegiatan, Dr. Fazlul Rahma, Lc. , M.A.Hum., ia menegaskan bahwa pengabdian seperti ini dapat membantu mahasiswa dan pihak eksternal untuk memahami penerapan nilai moderasi beragama secara nyata. Serta, memperluas dampak akademik ke lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap nilai-nilai moderasi beragama dan kepemimpinan yang inkusif sapat tertanam kuat untuk generasi muda, khususnya pengurus OSIS yang akan selalu menerima tongkat estafet dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini harus dilakukan supaya lingkungan sekolah mampu menjadi lingkungan yang harmonis, toleran, dan saling menghargai keberagaman yang ada.













