Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Legok yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui perbaikan infrastruktur, edukasi keselamatan lingkungan, serta inovasi produk berbasis potensi lokal desa. Kegiatan tersebut diikuti oleh 12 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai fakultas dan program studi yang berbeda, dan dilaksanakan selama periode KKN pada 12 Januari 2026 hingga 13 Februari 2026.
Dalam bidang infrastruktur dan keselamatan lingkungan, mahasiswa KKN UMP melakukan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) berbasis solar cell sebanyak 2 unit pada titik yang minim penerangan. Selain itu, dipasang 2 unit kaca cembung pada lokasi rawan kecelakaan serta 12 unit reflektor jalan di tikungan tajam guna meningkatkan visibilitas dan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Sebagai upaya edukasi lingkungan, mahasiswa juga memasang papan klasifikasi jenis sampah terurai dan tidak terurai di area fasilitas umum desa. Media edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang benar serta mendorong perilaku hidup bersih dan ramah lingkungan.
Tidak hanya itu, mahasiswa KKN UMP turut menyusun dan membuat peta denah fasilitas Desa Legok sebagai sarana informasi publik yang memudahkan masyarakat maupun pendatang dalam mengenali lokasi fasilitas penting desa, seperti kantor desa, tempat ibadah, sarana pendidikan, dan fasilitas umum lainnya.
Di bidang pemberdayaan ekonomi kreatif, mahasiswa mengembangkan produk inovasi unggulan berbahan kopi Majana, komoditas khas Desa Legok, menjadi sabun batang kesehatan dan kecantikan. Melalui pelatihan pembuatan sabun, masyarakat diperkenalkan pada proses pengolahan bahan, pencetakan, hingga pengemasan produk bernilai ekonomi.
Kegiatan KKN UMP di Desa Legok ini berada di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Prasetyo Budi Wicaksana, S.H., M.H. Ia menyampaikan bahwa seluruh program dirancang berbasis kebutuhan desa dan potensi lokal. “Kami berupaya menghadirkan program yang tidak hanya berdampak saat KKN berlangsung, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ujarnya.
Kepala Desa Legok, Muhammad Ali Hakim, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN UMP dalam peningkatan fasilitas, keselamatan lingkungan, edukasi, serta pengembangan produk lokal desa. Menurutnya, sinergi antara mahasiswa dan masyarakat ini membantu percepatan pembangunan desa dan peningkatan kualitas SDM.
Dengan terlaksananya berbagai program tersebut, kegiatan KKN UMP di Desa Legok diharapkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi infrastruktur, edukasi lingkungan, maupun pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam lokal kopi Majana.



















