Mahasiswa KKN UPGRIS Lakukan Survey ke UMKM Jamur Tiram dan Telur Asin di Desa Ngajaran

Avatar photo
Mahasiswa KKN UPGRIS Lakukan Survey ke UMKM Jamur Tiram dan Telur Asin di Desa Ngajaran
Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) berfoto bersama pelaku UMKM di Desa Ngajaran. Kegiatan ini merupakan bagian dari survei untuk memahami proses produksi, mengidentifikasi tantangan, dan meninjau potensi pengembangan UMKM dalam rangka meningkatkan perekonomian desa.

BERITAKULIAH.COM, Desa Ngajaran — Pada Rabu (10/9/2025), Mahasiswa KKN UPGRIS melaksanakan kegiatan survey ke UMKM di Desa Ngajaran, yaitu UMKM yang bergerak dalam produksi jamur tiram dan telur asin. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian program kerja, karena UMKM merupakan salah satu sektor yang memiliki peran besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Survey ini dilakukan dengan tujuan utama untuk mengetahui secara lebih mendalam mengenai proses produksi yang dijalankan oleh para pelaku UMKM, mulai dari tahapan persiapan bahan baku, teknik pengolahan, hingga strategi pemasaran yang digunakan. Selain itu, mahasiswa juga berusaha memahami kualitas produk yang dihasilkan serta meninjau potensi pengembangan usaha agar dapat lebih kompetitif di pasaran.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UPGRIS meninjau secara langsung tahapan produksi jamur tiram dan telur asin, mulai dari persiapan bahan baku, teknik pengolahan, hingga strategi pemasaran yang digunakan. Mereka juga mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM Jamur Tiram, seperti kondisi cuaca hujan yang mengharuskan pelaku usaha menjaga kelembapan jamur agar jamur tetap stabil harus diberi kapur pertanian (lemah sembari), konsistensi kualitas, dan pemasaran yang masih sederhana. Di sisi lain, mahasiswa menemukan peluang besar dalam pengembangan produk, inovasi, serta potensi perluasan pasar.

Selain itu, UMKM yang memproduksi telur asin di Desa Ngajaran juga menghadapi tantangan tersendiri. Salah satunya adalah fluktuasi harga bahan baku, terutama telur bebek, yang dapat memengaruhi biaya produksi. Para pelaku UMKM juga harus menjaga kualitas rasa dan tingkat keawetan produk agar tetap konsisten, sehingga mampu bersaing dengan produk serupa dari daerah lain. Di samping itu, keterbatasan dalam strategi pemasaran membuat produk telur asin masih dijual secara lokal, padahal peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas sangat terbuka.

UMKM jamur tiram dan telur asin di Desa Ngajaran sejatinya memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Dengan adanya dukungan dan sinergi antara mahasiswa KKN UPGRIS dan para pelaku usaha, kualitas produk dapat ditingkatkan dan jangkauan pasar semakin luas. Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat bagi UMKM, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian desa serta kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com