BERITAKULIAH.COM, Kab. Semarang — Pada Kamis (18/9/2025), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang yang ditempatkan di Desa Ngajaran mengadakan kegiatan sosialisasi pembuatan kulit kering ketela bersama kelompok Ibu PKK Desa Ngajaran.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan baru kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, agar dapat memanfaatkan kulit ketela yang selama ini sering dianggap limbah menjadi produk olahan yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa kulit kering ketela merupakan produk hasil pengolahan dari kulit ketela yang dimasak menggunakan campuran bumbu sederhana. Selain memiliki rasa yang khas, kulit ketela kering juga kaya akan serat dan antioksidan yang baik bagi kesehatan tubuh.
Hal ini membuka peluang besar untuk dijadikan camilan sehat sekaligus produk UMKM baru yang potensial dikembangkan oleh masyarakat desa. Alasan mahasiswa KKN memilih inovasi kulit kering ketela ini karena sebagian besar masyarakat Desa Ngajaran menanam singkong sebagai tanaman utama.
Dengan demikian, kulit singkong yang biasanya hanya dibuang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai tambah. Pemanfaatan potensi lokal ini diharapkan mampu mengurangi limbah pertanian sekaligus memberikan peluang usaha baru yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Setelah sesi pemaparan, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan dengan demonstrasi pembuatan kulit kering ketela secara langsung. Tahapan yang ditunjukkan dimulai dari irisan kulit ketela yang sebelumnya telah melalui proses perebusan kurang lebih 15 sampai 20 menit dengan air garam untuk menghilangkan rasa getirnya.
Irisan kulit ketela tersebut kemudian ditiriskan dan dimasak menggunakan campuran bumbu sederhana seperti bawang putih, garam, dan sedikit ketumbar agar menghasilkan cita rasa gurih yang khas.

Ibu-ibu PKK yang hadir sangat antusias dengan kegiatan ini. Mereka sangat tertarik dengan produk kulit kering ketela dan ingin mencoba membuatnya sendiri. Mahasiswa KKN berharap bahwa kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Ngajaran dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi semata, tetapi dapat dilanjutkan dengan praktik rutin hingga lahir produk olahan yang siap dipasarkan. Dengan demikian, masyarakat Desa Ngajaran dapat lebih mandiri, berdaya secara ekonomi, serta mampu mengangkat potensi lokal desa melalui inovasi sederhana namun bermanfaat.













