Mahasiswa KKN UPGRIS 2025 Kelompok 18 Desa Gogik Hadirkan Pestisida Nabati dari Daun Pepaya

Avatar photo
Mahasiswa KKN UPGRIS 2025 Kelompok 18 Desa Gogik Hadirkan Pestisida Nabati dari Daun Pepaya
Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 18 berfoto bersama Kelompok Tani Desa Gogik. Mereka berkolaborasi dalam pelatihan pembuatan pestisida nabati dari daun pepaya yang bertujuan untuk mendukung pertanian ramah lingkungan.

BERITAKULIAH.COM, Desa Gogik — Selasa, 16 September 2025, Kelompok 18 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Desa Gogik melaksanakan program kerja bertajuk “Pembuatan Pestisida Nabati Menggunakan Daun Pepaya” bersama Kelompok Tani Desa Gogik. Kegiatan ini menjadi langkah konkret KKN UPGRIS MENGABDI 2025 dalam mendukung pertanian ramah lingkungan dan meningkatkan produktivitas hasil panen masyarakat.

Acara yang berlangsung di area pertanian desa ini diikuti dengan antusias oleh para kelompok tani Desa Gogik. Tim KKN memberikan materi tentang manfaat pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama yang aman, murah, dan mudah dibuat. Daun pepaya dipilih karena kandungan senyawanya mampu mengusir serangga tanpa merusak ekosistem tanah.

Mahasiswa KKN UPGRIS 2025 Kelompok 18 Desa Gogik Hadirkan Pestisida Nabati dari Daun Pepaya
Kelompok Tani Desa Gogik sedang mendemonstrasikan cara membuat pestisida nabati. Program ini mengajarkan petani cara mengendalikan hama secara alami, aman, dan hemat biaya.

Dalam praktiknya, peserta diajak mempelajari teknik pembuatan pestisida mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga cara penggunaan yang tepat. Mereka juga berdiskusi mengenai keunggulan pestisida nabati dibandingkan pestisida kimia, seperti minim risiko residu berbahaya dan biaya produksi yang lebih rendah.

Hasil pestisida yang telah dibuat kemudian dibagikan kepada peserta untuk diuji coba langsung di lahan masing-masing. Wajah-wajah sumringah para petani menjadi bukti semangat baru dalam mengembangkan pertanian sehat di Desa Gogik.

Melalui kegiatan ini, KKN UPGRIS Kelompok 18 Desa Gogik berharap inovasi sederhana namun bermanfaat ini dapat memperkuat kemandirian petani, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kualitas hasil pertanian desa.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com