Mahasiswa KKN UNDIP Kembangkan Peta Administrasi serta Sebaran UMKM Desa Babalan Lor

Avatar photo
Mahasiswa KKN UNDIP Kembangkan Peta Administrasi serta Sebaran UMKM Desa Babalan Lor

BERITAKULIAH.COM, PekalonganMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro Tim 60 melaksanakan program kerja digitalisasi Desa Babalan Lor melalui pembuatan peta administrasi desa dan pemetaan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini bertujuan untuk mendukung pengelolaan data desa yang lebih tertata, akurat, dan mudah diakses oleh pemerintah desa maupun masyarakat.

Digitalisasi desa ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan informasi wilayah dan potensi ekonomi desa yang selama ini masih tersaji secara konvensional. Melalui pemanfaatan teknologi pemetaan digital, Tim KKN UNDIP menyusun peta administrasi yang menampilkan batas wilayah desa, pembagian dusun dan dukuh, serta sebaran fasilitas umum seperti balai desa, sekolah, dan tempat ibadah. Peta ini diharapkan dapat menjadi dasar pendukung dalam perencanaan pembangunan dan pelayanan administrasi desa.

Mahasiswa KKN UNDIP Kembangkan Peta Administrasi serta Sebaran UMKM Desa Babalan Lor

Selain peta administrasi, Tim KKN UNDIP juga melakukan pemetaan potensi UMKM yang ada di Desa Babalan Lor. Berdasarkan hasil pendataan lapangan, jenis UMKM yang berkembang di desa ini didominasi oleh usaha konveksi serta tempat pengolahan pindang. Kedua sektor tersebut merupakan kegiatan ekonomi utama masyarakat yang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian desa dan menjadi sumber mata pencaharian bagi warga sekitar.

Peta potensi UMKM yang dihasilkan menyajikan informasi lokasi dan sebaran usaha konveksi serta pengolahan pindang secara visual dan terstruktur. Dengan adanya peta digital ini, pemerintah desa dapat lebih mudah dalam melakukan pendataan, pembinaan, serta perencanaan pengembangan UMKM ke depan, sekaligus sebagai sarana promosi potensi ekonomi Desa Babalan Lor.

xMelalui program kerja digitalisasi desa ini, Tim KKN UNDIP berharap Desa Babalan Lor memiliki basis data spasial yang dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Keberadaan peta administrasi dan potensi UMKM diharapkan mampu mendukung transparansi informasi desa serta mendorong penguatan ekonomi lokal berbasis potensi yang dimiliki masyarakat.

Disusun oleh: Alya Samha Amalina[1]; Muhammad Raihan Wardhana[2]

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com