BERITAKULIAH.COM, GROBOGAN – Ivano Wildan Widiyantoro, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) IDBU-69 Kelompok 3 di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, mengadakan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan konsentrat ternak sapi dan kambing penggemukan pada Jumat (9/8/2025).
Program kerja berjudul “Optimalisasi Pemanfaatan Limbah sebagai Bahan Konsentrat Penggemukan sapi dan kambing” ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada peternak tentang cara mengolah bahan lokal menjadi pakan bernutrisi tinggi sekaligus ramah lingkungan serta mereduksi pencemaran akibat limbah organik (daun jati kering dan janggel jagung).
Dalam kegiatan ini, Ivano selaku ketua mengangkat konsep circular economy, di mana limbah pertanian dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk bermanfaat. Bahan-bahan seperti bonggol jagung, daun jati, dan cairan limbah tahu diolah menjadi konsentrat untuk mendukung penggemukan ternak. “Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, peternak bisa menghemat biaya pakan, meningkatkan bobot ternak, dan mengurangi pencemaran lingkungan,” jelas Ivano.
Acara dimulai dengan pemaparan materi mengenai manfaat konsentrat, kebutuhan nutrisi ternak sesuai RSNI3 3148.2:2024 (Sapi Penggemukan) dan SNI 8819-2019 (Kambing Penggemukan), dan formulasi pakan konsentrat. Ivano juga memaparkan alur circular economy yang memperlihatkan bagaimana limbah diubah menjadi pakan ternak, kemudian kotoran ternak dimanfaatkan kembali sebagai kompos untuk pertanian.
Selain itu, Ivano menjelaskan alur produksi konsentrat penggemukan sapi dan kambing mulai dari pemilihan bahan baku seperti janggel jagung dan daun jati sebagai bahan utama konsentrat, dan bahan-bahan lainnya, perhitungan formulasi, penggilingan bahan, pencampuran bahan pakan, hingga tahap pengemasan yang higienis untuk menjaga kualitas pakan. Materi juga mencakup strategi branding produk agar pakan konsentrat hasil produksi lokal memiliki daya tarik di pasaran. Ivano memberikan contoh media sosial dan jaringan komunitas peternak untuk promosi.
Tak hanya itu, Ivano juga memaparkan anggaran produksi pembuatan pakan konsentrat, meliputi rincian biaya bahan baku, peralatan, kemasan, hingga estimasi harga jual yang kompetitif namun tetap menguntungkan bagi produsen lokal.

Setelah itu, peserta diajak mengikuti praktik langsung pembuatan konsentrat. Ivano menunjukkan cara mencampur formulasi konsentrat penggemukan sapi dan kambing, serta pembuatan comboran dengan penambahan cairan limbah tahu. Metode penyimpanan pakan juga dijelaskan secara detail agar kualitasnya tetap terjaga.
Para peternak yang hadir menyambut baik kegiatan ini. “Sekarang saya jadi tahu bahwa limbah yang ada di sekitar seperti daun jati kering dan janggel jagung yang biasaya dibakar bisa dibuat pakan konsentrat untuk ternak, tanpa harus membeli pakan pabrikan yang mahal, harga pembuatan konsentrat ini murah per kg hanya Rp 3.000,00, ini sangat bisa menekan pengeluaran untuk pakan,” ungkap Pak Yanto, salah satu peternak kambing Dusun Kauman.
Melalui program kerja ini, Ivano berharap peternak di Desa Sugihmanik bisa membuat pakan konsentrat sendiri dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah daun jati kering dan janggel jagung sebagai bahan utama pembuatan konsentrat serta air limbah ampas tahu untuk comboran sapi dan kambing supaya dapat mereduksi pencemaran lingkungan desa.













