Mahasiswa KKN UNDIP Gelar Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Desinfektan Alami Berbahan Tanaman Serai

Avatar photo
Mahasiswa KKN UNDIP Gelar Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Desinfektan Alami Berbahan Tanaman Serai
Mahasiswa KKN-T UNDIP IDBU 69 Desa Sugihmanik mengadakan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan desinfektan alami berbahan tanaman serai kepada peserta senam sehat setiap minggu, Minggu (27/07/2025)

BERITAKULIAH.COM, GROBOGAN – Faliha Nafaria Arfa, mahasiswi Universitas Diponegoro (UNDIP) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) IDBU-69 Kelompok 3 di Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, menggelar sosialisasi dan demonstrasi pembuatan desinfektan alami berbahan tanaman serai pada Minggu (27/07/2024). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan alternatif desinfektan ramah lingkungan yang mudah dibuat dengan memanfaatkan bahan lokal.

Acara diawali dengan pemaparan materi mengenai manfaat serai sebagai bahan antibakteri dan antijamur alami. Faliha menjelaskan bahwa terdapat kandungan minyak atsiri dengan senyawa aktif seperti sitral dan geraniol pada serai yang mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab penyakit, sehingga cocok digunakan untuk membersihkan permukaan rumah, peralatan makan, maupun kandang ternak.

Ia kemudian memaparkan alur pembuatan desinfektan alami, mulai dari proses pemilihan serai segar, pencucian, pemotongan, perebusan untuk ekstraksi, hingga penyaringan dan pencampuran dengan bahan pendukung seperti cuka dan alkohol.

Mahasiswa KKN UNDIP Gelar Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Desinfektan Alami Berbahan Tanaman Serai
Mahasiswa KKN Undip, Faliha Nafaria Arfa, mendemonstrasikan cara membuat desinfektan alami dari tanaman serai kepada warga Desa Sugihmanik, Grobogan. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan alternatif desinfektan yang ramah lingkungan dan mudah dibuat dengan bahan lokal.

Faliha melanjutkan sesi dengan demonstrasi langsung di hadapan peserta, memperlihatkan langkah-langkah pembuatan desinfektan mulai dari perebusan hingga pengemasan dalam botol sprayer. Ia juga menjelaskan tips penyimpanan agar produk tetap awet.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana warga antusias bertanya tentang bahan pengganti, daya simpan, serta cara penggunaan desinfektan. “Ternyata membuat desinfektan sendiri itu mudah dan murah. Bahannya juga ada di sekitar kita,” ujar Bu Siti, ketua RT 03 Dusun Kauman, salah satu peserta senam sehat.

Melalui program kerja ini, Faliha berharap masyarakat Desa Sugihmanik dapat mengaplikasikan pembuatan desinfektan alami agar menciptakan kondisi lingkungan desa dan rumah tangga yang higienis.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com