BERITAKULIAH.COM, Batang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Salsabila Haura, melaksanakan program kerja bertajuk Diversifikasi Olahan Singkong Berbasis Fermentasi melalui Edukasi dan Pelatihan Inovasi Pembuatan Gabin Tape sebagai Produk Bernilai Tambah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pemanfaatan potensi lokal Desa Posong, khususnya komoditas singkong, agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Desa Posong diketahui memiliki lahan kebun singkong yang cukup luas dan menjadi salah satu sumber bahan pangan masyarakat. Namun, selama ini pengolahan dan konsumsi singkong masih dilakukan secara sederhana, seperti dijual dalam kondisi mentah ke pasar atau dikonsumsi dengan cara direbus dan dibakar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi singkong sebagai bahan baku olahan pangan bernilai tambah belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, singkong dapat diolah menjadi berbagai produk inovatif, seperti tape singkong dan kue gabin, yang memiliki nilai jual lebih tinggi serta peluang pengembangan usaha rumah tangga.

Berdasarkan latar belakang tersebut, Salsabila Haura menyelenggarakan kegiatan edukasi dan pelatihan yang ditujukan kepada masyarakat Desa Posong, khususnya ibu-ibu PKK dan kader desa. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai pengolahan singkong berbasis fermentasi serta inovasi produk olahan singkong yang bernilai tambah.
Program kerja ini berhasil dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dengan melibatkan 20 orang peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan kader Desa Posong. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan partisipasi aktif dalam sesi pemaparan materi dan praktik langsung pengolahan singkong menjadi tape dan gabin. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai proses fermentasi singkong, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis dalam mengolah singkong menjadi produk olahan yang lebih variatif.
Selain kegiatan workshop, peserta juga dibekali dengan modul resep pembuatan tape singkong dan kue gabin. Modul tersebut disusun secara rinci dan memuat informasi mengenai alat, bahan, serta prosedur pembuatan, sehingga dapat digunakan sebagai panduan untuk praktik lanjutan secara mandiri di rumah.
Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Posong dapat lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi singkong yang tersedia, serta terdorong untuk mengembangkan produk olahan bernilai tambah sebagai peluang peningkatan ekonomi keluarga dan pemberdayaan masyarakat desa.













