BERITAKULIAH.COM, PEKALONGAN — Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan penyakit yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang ditandai dengan tumbuhnya sel-sel abnormal pada tubuh dan membentuk tumor ganas. Kanker serviks menduduki peringkat kedua sebagai penyakit kanker yang banyak menyerang wanita.
Berdasarkan data dari GLOBOCAN 2022 diperoleh hasil riset bahwa terdapat 36.964 kasus baru dan mengakibatkan 20.708 kematian. Menurut riset, 95% kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) dan ditularkan paling banyak melalui perilaku seksual berisiko.
Dari tingginya kasus ini, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dan memahami informasi lengkap dan akurat mengenai virus HPV dan bahayanya hingga menyebabkan seseorang dapat terindikasi kanker serviks atau kanker leher rahim.
Begitupun langkah tepat dan efektif untuk mencegah terjadinya kanker serviks, masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya.
Sebagai langkah tepat upaya pencegahan kanker serviks, maka diperlukan adanya kerjasama pentahelix yang salah satunya menggandeng masyarakat, sebagai salah satu unsur pendukung dalam menyukseskan program pencegahan virus HPV yang efektif melalui vaksinasi.
Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat sebagai bentuk optimalisasi vaksinasi HPV, Ardiva Kusumastuti mahasiswi program studi Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro yang juga merupakan anggota tim KKN Tematik Kelurahan Pringrejo bersama memberikan fasilitasi kesehatan berupa sosialisasi kepada masyarakat melalui FKSS (Forum Kelurahan Siaga Sehat) dan pemberian buku saku.
FKSS merupakan sebuah forum yang beranggotakan setiap perwakilan masyarakat seperti pihak kelurahan, ketua RW, ketua RT, kader kesehatan, dan masyarakat sekitar dalam suatu kelurahan yang kegiatannya berfokus pada bidang kesehatan.

Kegiatan FKSS di Kelurahan Pringrejo dikelola oleh pihak kader kesehatan setempat dengan kegiatan rutin yang dilakukan selama sebulan sekali untuk membahas isu-isu dan topik kesehatan terkini.
“Seneng sih ada materi ini, kalo anak saya dapet vaksinasi saya langsung bisa mengizinkan ikut” tutur Ibu Atik, kader kesehatan setempat.
“Dari sini mendapatkan ilmu baru, pengetahuan baru, Insyaallah ini bisa diteruskan pada ibu-ibu kader yang lain supaya lebih diketahui masyarakat luas terutama remaja. Buku saku ini cukup berguna, apalagi sedang digencarkan juga imunisasi tentang HPV ini” tambahnya.
“Bagus sasarannya ke FKSS karena nantinya bisa ditularkan informasinya ke tetangga dan orang tua yang punya anak usia remaja” ucap Ibu Lia, selaku perwakilan dari Puskesmas Tirto.
Dengan adanya program FKSS diharapkan tokoh masyarakat dan perwakilan masyarakat setempat dapat menerima, memahami, menyebarluaskan informasi yang disampaikan dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menambah wawasan terhadap bahaya kanker serviks dan pentingnya vaksinasi HPV.
Penulis: Ardiva Kusumastuti
DPL: Dr. Dra. Ayun Sriatmi, M.Kes. & Ima Wijayanti, S.Pi., M.Si., P.hD.
Lokasi: Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan













