BERITAKULIAH.COM, BATANG — Mengusung tema “Kolaborasi Karang Taruna & Pokdarwis Sangubanyu: Inovasi Buku Saku dan Booklet Tourguide Wisata Tirta Assyifa”, mahasiswa KKN-T IDBU 67 Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil memberikan terobosan nyata dalam pengelolaan Pemandian Air Panas Tirta Assyifa, sebuah destinasi wisata alam di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, yang terkenal akan khasiat penyembuhan air belerangnya.
Pemandian Air Panas Tirta Assyifa memiliki lima kolam air panas belerang alami yang dipercaya membantu proses terapi kesehatan, mulai dari relaksasi otot hingga perawatan kulit. Airnya bersumber langsung dari mata air pegunungan, sementara di sisi pemandian mengalir Sungai Lampir yang jernih dan menambah kesejukan suasana.
Udara sejuk khas dataran tinggi Batang membuat wisatawan betah berlama-lama. Selain kolam pemandian, terdapat Jembatan Pelangi yang menjadi ikon visual sekaligus spot foto favorit pengunjung. Nama “Tirta Assyifa” sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti air penyembuhan, sejalan dengan citra tempat ini sebagai destinasi rekreasi sekaligus wisata kesehatan.
Meski memiliki daya tarik alami yang kuat, Tirta Assyifa sempat mengalami penurunan aktivitas wisata. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat sempat tidak aktif, sementara promosi digital belum berjalan maksimal. Hal ini membuat jumlah kunjungan wisatawan tidak sebanding dengan potensi yang dimiliki.
“Kami melihat Tirta Assyifa punya potensi luar biasa. Sayang sekali jika dibiarkan tanpa strategi pengelolaan yang modern dan berkelanjutan,” ungkap Filia Wanda Fauzziyah, Koordinator Tim 5 KKN-T IDBU 67 UNDIP.
Untuk menghidupkan kembali destinasi ini, mahasiswa KKN-T berkolaborasi dengan Karang Taruna dan Pokdarwis Sangubanyu. Dari sinergi ini lahirlah dua produk unggulan: Buku Saku dan Booklet Tour Guide Tirta Assyifa.
- Buku Saku berupa panduan monthly planner, buku ini membantu pengelola mengatur jadwal konten Instagram dan menjaga konsistensi promosi.
- Booklet Tour Guide memuat rute wisata, sejarah pemandian, rekomendasi aktivitas, tips teknik berbicara untuk pemandu, serta daftar spot foto unggulan.

“Buku Saku dan Booklet ini akan menjadi panduan jangka panjang bagi pengelola, sehingga kebermanfaatannya tetap ada meski program KKN selesai,” tambah Difani Love, anggota tim.
Langkah strategis dimulai dengan pembentukan akun Instagram resmi @pemandian_tirtaassyifa. Warga dilatih memanfaatkan fitur Reels, Stories, Highlights, dan Instagram Ads untuk menjangkau lebih banyak calon wisatawan. Tim juga membuat monthly content planner berisi ide konten, jadwal unggahan, dan panduan hashtag.
Tak hanya itu, tim meluncurkan website resmi di https://web-tirta-assyifa.web.app yang memuat harga tiket, fasilitas, peta lokasi, dan agenda kegiatan. Website ini menjadi pusat informasi daring yang memudahkan wisatawan mencari referensi sebelum berkunjung.
Aspek sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Pelatihan Kelompok Sadar Wisata menekankan keutamaan adanya Pokdarwis dalam pengelolaan wisata, yang mana dijelaskan harus sesuai dengan Sapta Pesona, pedoman dalam pengembangan pariwisata. Workshop desain promosi menggunakan Canva juga digelar agar warga mampu membuat materi promosi mandiri.
“Kami jadi lebih percaya diri, tidak hanya mengelola fasilitas, tetapi juga menarik pengunjung melalui media sosial dan pelayanan yang membuat mereka ingin kembali,” tutur Ari Suryanto, anggota Pokdarwis Sangubanyu.
Dengan pengelolaan yang lebih terstruktur, promosi digital aktif, dan SDM yang terlatih, Pemandian Air Panas Tirta Assyifa diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, meningkatkan pendapatan desa, dan membuka peluang usaha baru.
Tentang Tim KKN-T IDBU 67 UNDIP
Program ini dilaksanakan oleh Tim 5 KKN-T IDBU 67 Universitas Diponegoro, yang terdiri dari: Filia Wanda Fauzziyah, Psikologi; Difani Love, Informasi dan Humas; Faithita Fayzaseva Fauzy, Sastra Inggris; Monica Putri Maharani, Informasi dan Humas; Denisa Clarinta Arvanti, Ilmu Komunikasi; Tsabita Nurul Izzah Muharam, Psikologi; Flavianus Putratama, Teknik Komputer; serta Ayyub Al Anshor, Informatika.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pemandian Air Panas Tirta Assyifa kini semakin siap bersaing sebagai destinasi wisata unggulan Kabupaten Batang.













