BERITAKULIAH.COM, PEMALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 132 Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2025 melaksanakan program inovasi pengolahan limbah organik di Desa Pulosari, Kabupaten Pemalang pada Selasa (29/7/2025). Salah satu hasil nyata dari kegiatan ini adalah pembuatan briket ramah lingkungan berbahan dasar limbah ampas kopi yang dipadukan dengan kulit pisang kering.
Inovasi ini terangkat dari hasil observasi mahasiswa terhadap kondisi masyarakat Desa Pulosari yang sebagian besar memiliki usaha pengolahan kopi. Limbah ampas kopi biasanya hanya dibuang, sedangkan kulit pisang kerap berakhir menjadi sampah rumah tangga yang tidak dimanfaatkan.
“Melalui inovasi briket ini, saya ingin memberikan alternatif energi terbarukan yang mudah dibuat dan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat,” jelas Regita Nur Afiani, mahasiswa Rekayasa Perancangan Mekanik UNDIP sekaligus penanggung jawab program.
Dosen pembimbing lapangan KKN-T 132 UNDIP, Ibu drh. Siti Susanti, Ph.D. dan Bapak Dr. Ir. Fahmi Arifan, ST, M.Eng, MM, IPM ASEAN Eng, turut memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Menurut beliau, kegiatan mahasiswa tidak hanya memberikan solusi inovatif, tetapi juga mengajarkan masyarakat cara sederhana mengelola limbah menjadi produk yang bermanfaat. “Program ini diharapkan menjadi inspirasi dan berkelanjutan setelah KKN berakhir,” tambahnya.
Proses pembuatan briket dilakukan dengan mengeringkan terlebih dahulu ampas kopi dan kulit pisang, kemudian dicampur dengan perekat alami berupa tepung kanji. Campuran tersebut dicetak menggunakan alat sederhana hingga berbentuk padat. Setelah proses pengeringan, briket siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan kayu bakar maupun arang.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa briket ampas kopi dan kulit pisang kering memiliki daya nyala yang cukup baik serta menghasilkan asap lebih sedikit. Hal ini membuka peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkannya sebagai bahan bakar rumah tangga maupun produk bernilai jual.
Pemilik Mitra Kopi Cap Tugu Juang, Bapak Hasan, menyampaikan apresiasinya terhadap program mahasiswa KKN-T 132 UNDIP. “Inovasi ini sangat bermanfaat karena membantu mengurangi limbah dan bisa menjadi peluang usaha baru bagi warga desa,” ujarnya.
Dengan adanya program ini, mahasiswa KKN-T 132 UNDIP berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah menjadi produk bernilai guna serta mendukung upaya pelestarian lingkungan.













