BERITAKULIAH.COM, BANTAENG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 67 dari Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan pemeriksaan status gizi balita dan edukasi gizi seimbang di Kelurahan Onto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 21 hingga 22 Juli 2025, dengan sasaran empat posyandu, yaitu Posyandu Melati, Posyandu Mawar, Posyandu Teratai, dan Posyandu Anggrek.
Pemeriksaan meliputi pengukuran antropometri seperti berat badan, panjang atau tinggi badan, lingkar lengan atas, dan lingkar kepala, kemudian dilanjutkan dengan interpretasi status gizi berdasarkan standar antropometri WHO.

Kegiatan ini berjalan di bawah bimbingan Nasrah S.KM., M.Kes. Beliau adalah salah satu dosen dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, yang turut memastikan kualitas serta relevansi program ini dengan kebutuhan kesehatan masyarakat setempat.
“Tujuan utama kami adalah mendeteksi status gizi balita sedini mungkin. Kami juga ingin meningkatkan pengetahuan orang tua dan pendamping balita mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Melalui pemahaman yang lebih baik, kami berharap kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dapat ditingkatkan, sehingga masalah gizi dapat dicegah sejak dini.” ujar Aish Shakila Mufidhah, selaku penanggung jawab kegiatan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menjangkau lebih dari 100 balita di Kelurahan Onto. Sebanyak 47 balita mengikuti pemeriksaan secara langsung di posyandu, sementara lainnya dikunjungi secara langsung ke sekolah dan rumah melalui pendekatan door-to-door.
Strategi ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh balita, termasuk yang tidak dapat hadir ke posyandu, tetap memperoleh pemeriksaan status gizi serta edukasi yang setara.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-PK berkolaborasi dengan para kader posyandu, Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu), Kepala Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), serta perwakilan dari Puskesmas Kota Bantaeng. Selama sesi edukasi, para pendamping balita diberikan penjelasan mengenai berbagai aspek gizi.
Materi yang disampaikan meliputi pentingnya ASI eksklusif, panduan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) bergizi sesuai usia, serta prinsip-prinsip gizi seimbang yang harus diterapkan dalam makanan sehari-hari.
“Kami sebagai kader merasa sangat terbantu. Dengan dukungan mahasiswa KKN, pengukurannya jadi lebih lengkap dan status gizinya juga bisa langsung dijelaskan kepada orang tua,” ujar Ibu Syamsiah, salah satu kader dari Posyandu Teratai.
Dengan data status gizi yang telah dikumpulkan dan edukasi yang diberikan kepada para pendamping balita, kegiatan ini diharapkan mampu membangun kesadaran dan meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak dini.













