BERITAKULIAH.COM, BANTAENG — Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 67 Universitas Hasanuddin mengadakan program edukasi bertajuk “KEANTRA” (Kayu Loe Anti Rabies) di SDN 71 Kassi-Kassi dan SDN 54 Binamungan, Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai bahaya rabies, cara pencegahan, dan langkah penanganan setelah tergigit hewan penular rabies.
Rabies merupakan penyakit mematikan yang menyerang sistem saraf pusat dan dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan, cakaran, atau kontak luka. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa Indonesia masih menghadapi ribuan kasus gigitan hewan penular rabies setiap tahunnya, dengan sebagian besar korban adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun.
Program KEANTRA dilaksanakan pada 22 Juli dan 30 Juli 2025 dengan sasaran siswa kelas 4, 5, dan 6. Jumlah peserta yang terlibat adalah 25 siswa dari SDN 71 Kassi-Kassi dan 33 siswa dari SDN 54 Binamungan.
Rangkaian kegiatan meliputi pre-test, penyampaian materi melalui presentasi dan poster, senam rabies, serta post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan penyakit rabies, hewan penular, langkah pencegahan, hingga pertolongan pertama setelah gigitan.

Penanggung jawab kegiatan, Anastaufiq Dwi Rijali, menjelaskan bahwa edukasi sejak dini penting agar anak-anak memahami risiko rabies dan tahu apa yang harus dilakukan jika menghadapi situasi berbahaya.
“Dengan pemahaman yang baik, diharapkan mereka dapat melindungi diri sekaligus memiliki kewaspadaan terhadap penyakit rabies,” ujarnya.
Kegiatan ini didukung penuh oleh pihak sekolah dan masyarakat Desa Kayu Loe. Sumber pendanaan berasal dari swadaya mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 67.
Indikator keberhasilan diukur melalui kehadiran peserta yang mencapai target serta adanya peningkatan skor pengetahuan dari pre-test ke post-test.













