BERITAKULIAH.COM, Kulon Progo — Mahasiswa D4 Manajemen Pemasaran Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yaitu Ahmad Aufa Mujab, Nasta’in Al Arrobi, dan Fathin Atul Nur Khafifah, bersama tim dosen menyelenggarakan sosialisasi “Efisiensi Penggunaan Air Bersih dan Sanitasi Lingkungan” di SD Negeri Tayuban, Kulon Progo, pada 24 Oktober 2025.
Sosialisasi ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya menjaga kualitas air serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.
Kegiatan tersebut menjadi wujud kontribusi sivitas akademika UNY dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 6: Air Bersih dan Sanitasi, khususnya pada indikator peningkatan kualitas air, sanitasi layak, dan edukasi masyarakat sejak usia dini.
Kegiatan sosialisasi ini mengangkat SDGs nomor 6: Air Bersih dan Sanitasi, yang menekankan pentingnya akses air layak serta perilaku hidup bersih sejak usia dini. Dengan tema “Efisiensi Penggunaan Air Bersih dan Sanitasi Lingkungan”, kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan siswa pada cara menjaga kebersihan diri dan kualitas air di lingkungan mereka.
Peserta kegiatan terdiri dari 27 siswa kelas 1–3 SD Negeri Tayuban yang didampingi oleh beberapa guru. Sosialisasi dipandu oleh pemateri dari mahasiswa D4 Manajemen Pemasaran, yaitu Ahmad Aufa Mujab, Nasta’in Al Arrobi, dan Fathin Atul Nur Khafifah, yang menyampaikan materi secara interaktif melalui praktik mencuci tangan yang benar serta demonstrasi pembuatan filter air sederhana menggunakan pasir, kerikil, dan arang.
Tidak hanya melihat, para siswa juga ikut terlibat langsung dalam praktik membuat filter air, sehingga mereka memahami proses penyaringan air secara nyata dan menyenangkan. ”Pelajaran hari ini menyenangkan, pelajaranya asik” ujar Joko, selaku salah satu siswa SD Negeri Tayuban.
Materi sosialisasi mencakup penjelasan mengenai pentingnya air bersih bagi kesehatan, cara menjaga sanitasi lingkungan, praktik mencuci tangan yang benar, serta demonstrasi pembuatan filter air sederhana menggunakan pasir, arang, dan kerikil.
Dalam sesi praktik tersebut, siswa SDN Tayuban turut berpartisipasi langsung membuat filter air mereka sendiri sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif dan menyenangkan. “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang menjaga air bersih dan sanitasi lingkungan, bukan hanya di sekolah tetapi juga di rumah,” ujar Nasta’in Al Arrobi, selaku penyelenggara kegiatan.
Kegiatan yang diikuti 27 siswa ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya pemahaman anak tentang perilaku hidup bersih dan upaya sederhana menjaga kualitas air. ”Yang jelas saya dan guru guru yang lain merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini” ujar kepala sekolah SD Negeri Tayuban.
Program ini sangat relevan dengan SDGs 6: Air Bersih dan Sanitasi, terutama pada indikator peningkatan kualitas air, kebiasaan sanitasi yang layak, dan penerapan edukasi kesehatan yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan berkelanjutan.













