BERITAKULIAH.COM, Surabaya — Pasti kalian pernah ngerasain yang namanya cemas (nervous) saat kalian ngomong di depan publik kan? Apalagi waktu nervous gitu tiba tiba lupa apa yang dibicarain. Itu yang dinamakan kurangnya Kepercayaan diri dalam public speaking. Banyak orang merasa dirinya kurang percaya diri, apalagi waktu ngomongin pendapat. Padahal percaya diri itu bukan muncul dari niat, tapi dari kemampuan yang kalian latih. Salah satu kemampuan yang paling sering ditakuti dan dihindari adalah saat bicara didepan umum.
Bicara di depan orang lain masih dianggap bakat, bukan keterampilan. Akhirnya banyak orang yang takut dan memilih diam, ide-ide nggak didengar. Padahal, masalah utamanya bukan sama siapa kita ngobrol, tapi karena kita belum pernah mencoba dan kurang berlatih.
“Salah satu penyebab hal ini terjadi adalah karena kurangnya pengetahuan tentang pidato, latihan dan membiasakan berbicara di depan umum” diungkapkan (Kusnadi et al., 2021).
Saya Devan Ersa Bachtiar bakal ngasih tau kalian gimana cara memahami public speaking bisa jadi jalan kalian buat bisa punya rasa percaya diri, tidak hanya dengan bicara, tapi soal gimana kalian bisa tampil nggak malu-maluin dan bisa ngeyakinin audiens.
Public speaking itu sebuah kemampuan menyampaikan pesan secara lisan kepada orang lain/audiens untuk tujuan tertentu. Misalnya, menyampaikan informasi, meyakinkan, atau mengajak. Public speaking ngedorong diri kalian untuk mempunyai mental berani berbicara didepan umum dan berpikir kritis mikirin biar apa yang kalian sampaikan jelas.
“dengan kalian mempunyai kekuatan mental tinggi, ia akan lebih percaya diri tanpa ketergantungan dengan orang lain.” Ujar (Rahmanda et al., 2024)
Kepercayaan diri bisa tumbuh dari pengalaman kalian waktu berhasil. Ayo coba inget kalian pernah berhasil dimana? Nggak mungkin kan kalian gak pernah ngerasain berhasil. Dari situ bisa jadi motivasi kalian kalau ngomong depan umum lagi. Setiap kalian gugup saat ngomong, kalian ingat bahwa dulu pernah merasakan keberhasilan, jadi jangan putus asa dan hilangkan rasa takut itu.
Semua orang pasti butuhin public speaking, nggak harus didepan umum yang punya audiens banyak, dengan kalian bertanya di sebuah forum/kelas, diskusi tugas, sampai presentasi di sebuah ruangan. Berhentilah merendahin diri sendiri. Itu bisa jadi waktu kalian untuk belajar public speaking.
Dengan begitu, kepercayaan diri kalian akan mulai terbentuk saat kalian berani mencoba, kepercayaan diri akan muncul dengan sendirinya diikuti dengan latihan yang konsisten akan mendapatkan hasil yang baik. Jangan lupa untuk memuji diri sendiri untuk apa yang pernah kalian dapatkan dan apa yang sudah kalian capai. Dan berikan kata-kata yang bisa bikin memotivasi diri kita sendiri. Misalnya, “aku bisa, aku hebat, aku nggak seburuk itu”.
“Kepercayaan diri tumbuh dari proses interaksi yang sehat di lingkungan sosial individu dan berlangsung secara kontinu dan berkesinambungan. Rasa percaya diri tidak muncul begitu saja pada diri seseorang, ada proses tertentu di dalam pribadinya” diungkapkan dalam (Kusnadi et al., 2021).
Dengan kalian latihan terus-menerus, dan berani. Mulai diri kalian untuk nyusun pesan secara tersambung, coba biasakan ngobrol didepan cermin. Setiap kemajuan kecil, apresiasi. Nggak perlu harus membandingkan diri kita sama orang lain, itu membuat kalian punya rasa kepercayaan sama diri kalian sendiri.
Public speaking bukan cuman kemampuan berbicara di depan umum, tapi gimana cara kalian untuk bisa meyakinkan audiens biar bisa terpengaruh sama omongan kalian, dengan belajar percaya diri menjadi public speaker kalian bisa menghilangkan rasa cemas, gugup, sampai lupa pembahasan apa yang kalian bawa. Mulailah belajar jadi seorang public speaker yang baik, tidak apa-apa kalau diawal kalian belum lancar, kata-katanya masih putus-putus, gemetar. Disitulah kalian belajar bisa jadi pribadi yang lebih baik.
Referensi:
- Kusnadi, S. K., Irmayanti, N., Ayumeida Kusnadi, S., Anggoro, H., & Berlian Agustina, K. S. (2021). Pelatihan Public Speaking Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Remaja Komunitas Kappas Surabaya Surabaya. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 4, 1093–1098. https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0.1303
- Rahmanda, P. A., Madura, U. T., & Kamal, K. (2024). Peran Komunikasi Interpersonal Teman Sebaya Dalam Pembentukan Kekuatan Mental Pada. Jurnal Media …, 2(1), 216–227. https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/51%0Ahttps://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/51/53
Penulis: Devan Ersa Bachtiar (1152400017)
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Dosen Pengampu Komunikasi Organisasi: Widiyatmo Ekoputro, M.A.
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas EAS DRS













