BERITAKULIAH.COM, Malang — Program kerja pembuatan sabun kopi dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dari Universitas Muhammadiyah Malang Kelompok 4 Tahun 2026 sebagai upaya pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengolah bahan sederhana menjadi produk yang bermanfaat sekaligus bernilai ekonomi. Program ini melibatkan 27 mahasiswa yang berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan.
Sebelum sosialisasi dilakukan, mahasiswa terlebih dahulu melaksanakan tahap uji coba (trial) pembuatan sabun kopi di posko KKN. Trial ini dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan formula yang tepat, mulai dari menentukan perbandingan bahan, memastikan tekstur sabun tidak terlalu keras atau lembek, menyesuaikan aroma agar tetap nyaman digunakan, serta memastikan produk aman bagi kulit. Tahapan ini penting agar saat diperkenalkan kepada masyarakat, proses pembuatan sudah terstandar dan mudah diikuti. Dari hasil percobaan tersebut, diperoleh metode yang sederhana sehingga dapat dipraktikkan ulang oleh warga tanpa memerlukan alat khusus.
Setelah tahap persiapan dinyatakan berhasil, kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada Sabtu (14/02/2026) dengan sasaran utama ibu-ibu PKK Desa Argotirto. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai latar belakang program, potensi pemanfaatan kopi sebagai bahan tambahan produk perawatan tubuh, serta peluang pengembangan sebagai usaha rumahan. Mahasiswa menjelaskan bahwa kopi tidak hanya dikonsumsi sebagai minuman, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan alami dalam produk sabun karena memiliki kandungan antioksidan dan tekstur alami yang dapat membantu proses eksfoliasi kulit.
Dalam sesi penjelasan manfaat, disampaikan bahwa sabun kopi dapat membantu mengangkat sel kulit mati, membersihkan kotoran secara maksimal, membantu mengurangi bau badan, serta dapat menyamarkan bekas luka jika digunakan secara rutin. Kandungan alami kopi juga dinilai lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan bahan kimia berlebih. Selain itu, produk ini memiliki daya tarik sebagai produk kreatif yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha skala rumah tangga.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi langsung pembuatan sabun kopi. Mahasiswa memperagakan setiap tahapan mulai dari pencampuran bahan dasar, proses pengadukan, penambahan bubuk kopi sebagai bahan utama, hingga teknik pencetakan sabun. Peserta dapat melihat secara langsung proses perubahan adonan menjadi produk jadi, sehingga lebih mudah memahami dibandingkan hanya melalui penjelasan teori. Mahasiswa juga memberikan pendampingan selama praktik serta menjelaskan fungsi masing-masing bahan yang digunakan.
Antusiasme ibu-ibu PKK terlihat dari keterlibatan aktif selama kegiatan, mulai dari memperhatikan setiap tahapan pembuatan, mencoba langsung proses pencampuran bahan, hingga banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait teknik produksi, pemilihan bahan, serta cara penyimpanan produk agar tetap berkualitas.
Beberapa peserta bahkan menyampaikan ketertarikan untuk mempraktikkan kembali di rumah bersama keluarga maupun kelompok dasawisma. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan tidak hanya dipahami sebagai pelatihan sesaat, tetapi juga sebagai peluang nyata yang dapat dikembangkan menjadi usaha skala rumahan.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat di Desa Argotirto untuk mengembangkan produk sabun kopi sebagai alternatif usaha tambahan yang memanfaatkan bahan lokal yang mudah diperoleh.
Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN berupaya menghadirkan inovasi sederhana yang aplikatif, mendorong kreativitas masyarakat, serta menumbuhkan semangat kemandirian ekonomi berbasis potensi desa agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.













