Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja Pembuatan Peta Lokasi dan Rekomendasi Penempatan Smart Owl House (Rubuha) sebagai upaya mendukung pengendalian hama tikus secara alami di Desa Mutihan, Kabupaten Klaten. Program ini bertujuan memberikan gambaran spasial yang jelas mengenai lokasi Rubuha serta rekomendasi penempatannya agar lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menyusun peta lokasi Rubuha yang dilengkapi dengan radius jangkauan efektif burung hantu sebagai predator alami tikus. Peta ini digunakan untuk menunjukkan area persawahan yang telah terjangkau oleh keberadaan Rubuha serta wilayah yang masih berpotensi mengalami serangan hama akibat belum terlayani secara optimal.
Selain peta lokasi dan radius Rubuha, mahasiswa juga menyusun peta rekomendasi penempatan Smart Owl House. Peta tersebut mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar, seperti pola permukiman, jaringan jalan, aliran sungai, serta keberadaan lahan pertanian. Dengan demikian, rekomendasi penempatan Rubuha tidak hanya memperhatikan efektivitas pengendalian hama, tetapi juga kesesuaian dengan tata ruang desa.
Penyusunan peta ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan perencanaan berbasis spasial yang mudah dipahami oleh masyarakat. Melalui visualisasi peta, diharapkan petani dan perangkat desa dapat melihat secara langsung lokasi yang ideal untuk pengembangan Rubuha di masa mendatang.
Salsa Nabila Isna Zuliana, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dari Program Studi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan, menyampaikan bahwa pemetaan ini bertujuan membantu masyarakat dalam mengambil keputusan berbasis data.
“Peta ini disusun agar penempatan Rubuha dapat dilakukan secara tepat lokasi dan tepat guna, sehingga pengendalian hama tikus bisa berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui program kerja ini, KKN Universitas Diponegoro berharap peta lokasi dan rekomendasi penempatan Smart Owl House (Rubuha) dapat menjadi acuan awal bagi Desa Mutihan dalam mengembangkan sistem pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan serta mendukung produktivitas pertanian desa.













