Berita  

Kenalkan Ecoenzym, Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Siswa MTS Miftahul Ulum Tanamkan Kesadaran Lingkungan Lewat Praktik Pembuatan Ecoenzym

Avatar photo
Kenalkan Ecoenzym, Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Siswa MTS Miftahul Ulum Tanamkan Kesadaran Lingkungan Lewat Praktik Pembuatan Ecoenzym
Mahasiswa KKN Undip berfoto bersama siswa-siswi MTS Miftahul Ulum, Grobogan, setelah kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan ecoenzym. Program ini diharapkan dapat menanamkan kebiasaan mengelola limbah organik sejak dini.

BERITAKULIAH.COM, GROBOGAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) program KKN-T IDBU 69 Universitas Diponegoro berhasil menggelar kegiatan sosialisasi dan praktik pembuatan serta pengolahan Ecoenzym di MTS Miftahul Ulum, Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, sebagai bagian dari program kerja yang bertema “Edukasi dan pelatihan pembuatan Ecoenzym sebagai pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi cairan serbaguna yang ramah lingkungan” pada Rabu (16/07/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan dan meningkatkan kesadaran lingkungan pada siswa melalui sosialisasi dan edukasi mengenai pengelolaan sampah organik dan memanfaatkannya menjadi produk yang ramah lingkungan. Seperti yang diketahui, Ecoenzym merupakan cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran, gula, dan air yang kemudian dapat digunakan sebagai pembersih alami, pupuk cair, pengusir hama, dan membantu menjaga kualitas air.

Kegiatan ini diawali dengan sosialisasi terkait limbah dan pemanfaatan nya menjadi Ecoenzym yang disampaikan oleh mahasiswa KKN dari Kelompok 1 KKN-T IDBU 69 Universitas Diponegoro, dalam pemaparannya, para mahasiswa menjelaskan secara interaktif mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, bahaya limbah rumah tangga, serta manfaat dan pentingnya Econzyme bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari.

Kenalkan Ecoenzym, Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Siswa MTS Miftahul Ulum Tanamkan Kesadaran Lingkungan Lewat Praktik Pembuatan Ecoenzym
Mahasiswa KKN Undip memberikan sosialisasi dan praktik pembuatan ecoenzym kepada siswa-siswi MTS Miftahul Ulum di Grobogan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan sampah organik.

Setelah dilaksanakannya kegiatan sosialisasi dan edukasi yang interaktif dengan para siswa MTS Miftahul Ulum, maka para mahasiswa mengajak langsung siswa/siswi tersebut untuk mempraktikkan langsung pembuatan Ecoenzym secara berkelompok. Siswa/siswi yang sebelumnya sudah dihimbau untuk membawa bahan-bahan organik dari rumah seperti kulit buah-buahan secara aktif dan antusias melakukan praktik tersebut.

Praktik ini mencakup tentang bagaimana langkah-langkah dari pembuatan Ecoenzym tersebut seperti memotong-motong kulit buah tersebut untuk kemudian dicampurkan dengan gula merah dan air di wadah yang tertutup.

Adapun komposisi perbandingan dalam pembuatan Ecoenzym antara lain 100 gram gula merah, 300 gram kulit buah, dan 1 liter air atau 1:3:10. Kemudian, Ecoenzym ini akan melakukan fermentasi selama 3 bulan.

Melalui kegiatan ini, maka mahasiswa KKN Universitas Diponegoro mengharapkan siswa untuk membiasakan diri untuk mulai mengelola limbah organik dari rumah dan lingkungan sekolah. Pembuatan Ecoenzym yang mudah diharapkan dapat memberikan manfaat yang cukup besar dalam membantu pengolahan limbah rumah tangga.

Kegiatan ini juga disambut baik oleh Kepala MTS Miftahul Ulum serta para guru mengingat program ini cukup relevan dalam masa kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, wawasan lingkungan serta pendidikan karakter seperti yang ditanamkan dalam kegiatan sehari-hari.

Hal ini menjadi harapan besar untuk para siswa dan guru agar dapat menerapkan ilmu ini baik dirumah maupun diseukolah untuk mendukung adanya perubahan lingkungan ke arah yang lebih baik.

Antusiasme para siswa juga terlihat jelas sepanjang kegiatan ini berlangsung. Para siswa juga menunjukkan ketertarikannya dalam pernyataannya yang ingin secara langsung mencoba membuat Ecoenzym secara mandiri di rumah dan meminta agar kegiatan yang serupa dapat dilaksanakan kembali dengan materi lingkungan lainnya.

Maka, dengan adanya kegiatan ini diharapkan adanya kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah dan awareness terhadap lingkungan bisa tumbuh sejak dini, dimulai dari lingkup sekolah hingga ke masyarakat sekitar.

Penulis: Syahla Nazwa Kamila

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com