Kamu Harus Tau, Ini Pentingnya Public Speaking bagi Generasi Z

Avatar photo
Kamu Harus Tau, Ini Pentingnya Public Speaking bagi Generasi Z
Mahasiswi saat bertugas sebagai pemandu acara (Master of Ceremony) dalam sebuah kegiatan formal di Surabaya.

BERITAKULIAH.COM, Surabaya — Di tengah derasnya arus teknologi digital, Generasi Z dikenal sebagai generasi yang aktif, kreatif, dan lekat dengan media sosial. Berbagai platform digital menjadi ruang utama mereka untuk berkomunikasi, mengekspresikan diri, dan membangun jejaring. Namun, di balik keaktifan tersebut, muncul ironi yang cukup mencolok: tidak sedikit dari Generasi Z yang merasa kurang percaya diri ketika harus berbicara secara langsung di depan umum.

Fenomena ini kerap terlihat di ruang kelas, forum diskusi, hingga kegiatan organisasi. Banyak mahasiswa yang fasih menyampaikan opini melalui media sosial, tetapi memilih diam saat diminta mengemukakan pendapat secara lisan. Padahal, kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking merupakan keterampilan penting yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan, organisasi, maupun dunia kerja saat ini.

Public speaking tidak sekadar berbicara di hadapan banyak orang. Lebih dari itu, public speaking adalah kemampuan menyampaikan ide, gagasan, dan informasi secara jelas, terstruktur, serta beretika. Kemampuan ini mencerminkan cara seseorang berpikir, bersikap, dan membangun kepercayaan dengan audiens. Pakar komunikasi Dale Carnegie menegaskan bahwa kemampuan berbicara di depan umum berperan penting dalam membangun kepercayaan diri dan kepemimpinan seseorang.

Bagi Generasi Z, public speaking memiliki peran strategis. Di lingkungan akademik, keterampilan ini dibutuhkan dalam presentasi, diskusi kelas, maupun seminar. Dalam organisasi, public speaking menjadi bekal penting untuk memimpin rapat, menyampaikan aspirasi, serta membangun kerja sama tim. Bahkan di era digital, kemampuan berbicara tetap relevan, terutama bagi Generasi Z yang tertarik menjadi content creator, podcaster, atau pembicara di berbagai platform digital.

Menurut laporan LinkedIn yang dikutip Forbes (2024), kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan paling dibutuhkan di dunia kerja global. Kemampuan ini mencakup komunikasi verbal, presentasi, serta kecakapan menyampaikan ide secara efektif di hadapan publik. Hal tersebut menegaskan bahwa public speaking merupakan kompetensi penting di tengah persaingan profesional yang semakin ketat.

Selain meningkatkan kepercayaan diri, public speaking juga membantu Generasi Z berpikir lebih terstruktur dan kritis. Saat berbicara di depan publik, seseorang dituntut untuk menyusun argumen secara logis, memahami audiens, serta mengelola emosi. Kemampuan ini penting agar Generasi Z mampu menyuarakan pendapat dan aspirasi secara positif di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Keterampilan public speaking sejatinya dapat dilatih melalui langkah-langkah sederhana, seperti aktif bertanya dan berpendapat di kelas, mengikuti organisasi atau komunitas, hingga berlatih berbicara di depan cermin atau merekam diri sendiri. Konsistensi dan keberanian untuk mencoba menjadi kunci utama dalam mengembangkan kemampuan ini. Rasa gugup dan takut merupakan hal yang wajar, tetapi tidak seharusnya menjadi penghalang untuk belajar.

Di era digital saat ini, public speaking bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Generasi Z perlu menyadari bahwa kemampuan berbicara secara efektif merupakan aset berharga untuk menyampaikan ide, membangun kepercayaan diri, serta membuka peluang di masa depan. Dengan kemauan untuk terus berlatih dan belajar, public speaking dapat menjadi kekuatan bagi Generasi Z, bukan hambatan. Artikel ini ditulis untuk memenuhi tugas dosen pengampu mata kuliah Public Speaking, Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A., sebagai bentuk pemahaman mahasiswa terhadap pentingnya kemampuan berbicara di depan umum dalam kehidupan akademik dan profesional.

Penulis: Althaf Astian Setya Putra (1152400142)
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Dosen Pengampu Komunikasi Organisasi: Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Public Speaking

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com