Inovasi Penjaminan Mutu di SMP Islam Al-Azhar 10 Kembangan

Avatar photo
Inovasi Penjaminan Mutu di SMP Islam Al-Azhar 10 Kembangan
Foto bersama tim mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta bersama Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah SMP Islam Al-Azhar 10 Kembangan usai sesi observasi dan wawancara mengenai manajemen supervisi pendidikan pada Rabu (21/1/26)

BERITAKULIAH.COM, JAKARTA – Di tengah transformasi Kurikulum Merdeka yang kian dinamis, institusi pendidikan dituntut untuk tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif. Tantangan utamanya adalah memastikan setiap interaksi di ruang kelas memiliki nilai, relevansi, dan kualitas yang terjaga.

Mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta yang tergabung dalam kegiatan akademik melakukan wawancara dan observasi terkait pelaksanaan supervisi pendidikan di SMP Islam Al-Azhar 10 Kembangan pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara langsung mengenai proses supervisi yang diterapkan oleh pihak sekolah, khususnya dalam memantau kinerja guru, efektivitas pembelajaran, serta integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap mata pelajaran.

Melalui wawancara dengan pihak terkait dan observasi di lingkungan sekolah, mahasiswa berupaya menganalisis bagaimana supervisi dilaksanakan secara sistematis guna meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk memahami praktik manajemen pendidikan Islam yang tetap adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan fondasi spiritual sebagai ciri khas lembaga pendidikan Islam.

Di tengah transformasi kurikulum Merdeka yang kian dinamis, institusi pendidikan dituntut untuk tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban administratif, tetapi juga memastikan bahwa setiap interaksi di ruang kelas memiliki nilai, relevansi, dan kualitas yang terjaga dan memastikan esensi pembelajaran benar-benar tersampaikan di ruang kelas.

Fenomena ini tercermin jelas dalam praktik supervisi akademik yang dijalankan di SMP Islam Al-Azhar 10 Kembangan. Melalui observasi dan wawancara mendalam bersama Kepala Sekolah, Bpk. Rachmad Setiawan, M.Pd., terungkap bahwa supervisi bukan lagi sekadar instrumen pengawasan, melainkan strategi kebudayaan untuk menjaga marwah pendidikan swasta yang berkualitas.

Inovasi Penjaminan Mutu di SMP Islam Al-Azhar 10 Kembangan
Sesi wawancara mendalam dan diskusi edukatif bersama Bapak Rachmad Setiawan, M.Pd. (Kepala SMP Islam Al-Azhar 10 Kembangan)

Seringkali, istilah “supervisi” membawa nuansa ketegangan di lingkungan sekolah. Namun, di SMP Islam Al-Azhar 10 Kembangan, praktik ini dijalankan dengan pendekatan yang sangat humanis. Salah satu poin krusial adalah keterlibatan guru secara aktif dalam tahap perencanaan.

Guru diberikan ruang untuk menentukan jadwal kesiapan mereka sendiri. Langkah ini merupakan upaya cerdas dalam membangun rasa percaya diri (self-efficacy) pendidik. Ketika seorang guru merasa dilibatkan dan memiliki kontrol atas proses penilaian dirinya, sehingga performa yang ditampilkan di kelas bukanlah hasil tekanan, bukan sekadar akting satu jam di depan supervisor demi menggugur kewajiban melainkan kesiapan mental yang matang

Dilema terbesar dalam dunia pendidikan adalah “kelas panggung”— di mana suasana belajar menjadi tidak natural karena kehadiran sosok asing sebagai penilai. Menyadari hal tersebut, sekolah ini menerapkan inovasi progresif: penggunaan CCTV sebagai media supervisi. Melalui koordinasi dengan pengawas dinas pendidikan, pemantauan via layar digital yang memungkinkan kepala sekolah memantau dinamika kelas yang senatural mungkin (originalitas kelas) tanpa mengganggu ekosistem belajar siswa. Dengan Inovasi ini meminimalisir rasa cemas guru akan sosok asing di kelas, sekaligus memastikan evaluasi yang diberikan didasarkan pada realitas keseharian yang objektif, dan sebuah bentuk “kejujuran pedagogik” yang jarang ditemukan di sekolah konvensional.

Sebagai sekolah yang telah mengadopsi ekosistem digital secara penuh, SMP Islam Al-Azhar 10 Kembangan menetapkan standar tinggi dalam metode mengajar. Fasilitas Smart TV dan penggunaan iPad bagi guru maupun murid menuntut pergeseran peran guru dari sumber informasi tunggal menjadi fasilitator yang interaktif.

Metode ceramah satu arah kini dipandang sebagai hambatan bagi kreativitas siswa. Supervisi diarahkan untuk mendorong pembelajaran yang hidup, di mana administrasi seperti modul ajar yang interaktif dicek secara kontinu melalui sistem digital untuk memastikan bahwa perencanaan yang dibuat benar-benar mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara kreatif di lapangan, bukan sekadar salin-tempel (copy-paste) dokumen semata.

Yang membedakan kualitas pendidikan di institusi ini adalah penekanan pada aspek Iman dan Takwa (Imtak) yang terintegrasi dalam setiap mata pelajaran. Supervisi memantau dan memastikan sejauh mana guru mampu mengaitkan materi akademik dengan nilai-nilai Al-Qur’an, termasuk pada mata pelajaran umum seperti Bahasa Inggris, agar tetap selaras dengan penguatan kompetensi Profil Pelajar. Hal ini membuktikan bahwa di tengah arus modernisasi digital, sekolah tetap menjaga fondasi spiritualitas sebagai identitas utamanya dalam membentuk karakter generasi masa depan,

Etika dalam memberikan umpan balik (feedback) menjadi pilar terakhir yang menjaga stabilitas mental para pendidik. Bapak Rachmad menegaskan bahwa hasil supervisi bersifat pribadi dan dibahas dalam forum tertutup. Prinsip untuk tidak mengoreksi kekurangan guru di depan rekan sejawat adalah bentuk nyata dari kepemimpinan yang suportif dan menjaga martabat pendidik. Dengan pendekatan pembinaan yang intensif, kinerja guru yang berada di bawah standar akan mendapatkan arahan khusus hingga terjadi perubahan yang signifikan, meski melalui proses yang tidak instan. Pendekatan pembinaan ini memastikan bahwa guru tidak hanya dievaluasi secara teknis, tetapi juga dibimbing secara kepribadian dan pedagogik melalui proses yang berkesinambungan.

Pada akhirnya, ketatnya proses supervisi di SMP Islam Al-Azhar 10 Kembangan adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap kepercayaan publik. Di sekolah swasta yang dinamis, di mana mutasi guru dan kepala sekolah terjadi secara periodik, supervisi adalah jangkar yang memastikan kualitas pendidikan tetap konsisten.

Investasi pada kualitas melalui kontrol yang berkelanjutan adalah kunci utama mengapa institusi ini tetap menjadi pilihan utama masyarakat di tengah ketatnya persaingan dunia pendidikan saat ini. Dengan memadukan teknologi tepat guna, kejujuran data, dan empati yang tinggi, institusi ini membuktikan bahwa mutu pendidikan adalah hasil dari pengawasan yang dilakukan dengan hati dan inovasi tanpa henti.

Analisis Redaksi: Opini ini disusun untuk menggugah kesadaran bahwa manajemen mutu di sekolah memerlukan perpaduan antara teknologi, ketegasan standar, dan empati.

Penulis: Afifah Rabiatul Adawiyah, Dinna Aulia Haq, Aminah Nurul Azhimi Tasbih, dan Avivah Azkiya Mustov
Mahasiswa FTIK Universitas PTIQ Jakarta.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com