BERITAKULIAH.COM, SEMARANG — Suasana penuh semangat tampak di RW 02 Kelurahan Sambiroto ketika ratusan warga berkumpul mengikuti Senam Sehat Maumere, sebuah kegiatan olahraga massal dengan iringan lagu daerah asal Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (10/8/2025). Kegiatan ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga menjadi bentuk nyata pelestarian budaya Nusantara yang dikemas dalam gaya hidup sehat.
Kegiatan senam ini merupakan bagian dari program multidisiplin Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) tim 118 Kelompok 2 yang diusung oleh Tanazza dari Program Studi Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro dengan sub tema kelompok “TOGA Sehat, Ekonomi Kuat”.
Program ini memadukan edukasi kesehatan, penguatan ekonomi berbasis Tanaman Obat Keluarga (TOGA), sekaligus pengenalan aktivitas budaya sebagai media preventif terhadap penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.
Di RW 02 sendiri, berdasarkan wawancara ke warga setempat, cukup banyak warga yang mengidap hipertensi. Hal ini menjadi perhatian serius karena hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama diabetes dan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, senam sehat dipilih sebagai strategi untuk mengajak warga lebih aktif bergerak sehingga kesehatan dapat terjaga.
Tanazza dari Program Studi Antropologi Sosial sekaligus instruktur dari senam maumere ini menjelaskan bahwa kegiatan senam menggunakan lagu daerah seperti Maumere memiliki dua makna penting. Pertama, sebagai media untuk mendorong masyarakat beraktivitas fisik agar terhindar dari risiko penyakit metabolik. Kedua, sebagai ruang pelestarian budaya yang memperkuat identitas lokal melalui musik dan gerakan bersama.
“Antropologi melihat kesehatan bukan hanya persoalan medis, tetapi juga erat kaitannya dengan budaya, kebiasaan, dan pola hidup masyarakat. Dengan senam Maumere, warga tidak hanya sehat, tetapi juga bangga melestarikan budaya Nusantara,” ungkap Tanazza.
Antusiasme warga begitu luar biasa. Tercatat lebih dari 1000 peserta hadir, mulai dari anak-anak, remaja, ibu-ibu PKK, hingga lansia, yang memenuhi area kegiatan. Riuh tawa, gerakan kompak, serta musik daerah yang rancak membuat suasana semakin hidup.

Dalam kunjungannya, Bapak Harmanto selaku Ketua RW 02, menyampaikan beberlanjutan terhadap program ini. “Ke depan, setiap RT di RW 02 akan kami dorong untuk menghadirkan senam sehat secara rutin agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap senam sehat dapat menjadi kegiatan rutin masyarakat, sekaligus terintegrasi dengan program TOGA. Setelah bergerak aktif dengan senam, warga dapat memanfaatkan minuman herbal seperti teh jahe, serai, atau rosella sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menunjukkan bahwa kesehatan, budaya, dan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan. Senam Sehat Maumere di Sambiroto menjadi bukti bahwa pendekatan multidisiplin mampu memberikan dampak nyata: warga sehat, budaya lestari, dan ekonomi keluarga semakin kuat.













