Mahasiswa KKN-PK UNHAS Gelar Program GASAK: Gerakan Atasi Stunting, Selamatkan Anak Kita di Desa Kayu Loe Serta Demo Masak Makanan Sehat Berbahan Dasar Lokal

Avatar photo
WhatsApp Image 2025-07-29 at 20.40.26_c7347510

BERITAKULIAH.COM, BANTAENGMahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PK) Angkatan 67 Universitas Hasanuddin (Unhas) telah sukses menggelar program kerja individu dengan tema GASAK: Gerakan Atasi Stunting, Selamatkan Anak Kita di Desa Kayu Loe, Kabupaten Bantaeng. Program ini berfokus pada ibu hamil dan ibu balita, mengingat pentingnya pencegahan stunting sejak dini untuk menciptakan generasi yang sehat dan kuat.

Mahasiswa KKN-PK UNHAS Gelar Program GASAK: Gerakan Atasi Stunting, Selamatkan Anak Kita di Desa Kayu Loe Serta Demo Masak Makanan Sehat Berbahan Dasar Lokal

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, seringkali berdampak pada terhambatnya pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak.

Rendahnya pengetahuan tentang gizi seimbang dan praktik pemberian makan yang tepat menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka stunting.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil dan ibu balita mengenai gizi yang optimal serta cara penanganan stunting, sehingga dapat menekan angka kejadian stunting di Desa Kayu Loe.

Mahasiswa KKN-PK UNHAS Gelar Program GASAK: Gerakan Atasi Stunting, Selamatkan Anak Kita di Desa Kayu Loe Serta Demo Masak Makanan Sehat Berbahan Dasar Lokal

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 21 Juli 2025 dan Selasa, 22 Juli 2025, bertempat di Kantor Desa Kayu Loe yang sekaligus bekerja sama dengan para bidan dalam pelaksanaan Posyandu Rutin.

Edukasi disampaikan melalui sesi penyuluhan interaktif, yang mencakup materi tentang pengertian stunting, ciri – ciri stunting, gejala stunting dan cara pencegahan stunting serta jenis makanan yang bergizi.

Selain penyuluhan, program ini juga mengadakan demo masak puding daun kelor sebagai alternatif cemilan sehat. Daun kelor dipilih karena kandungan gizinya yang tinggi dan mudah didapatkan di lingkungan sekitar.

Demo masak ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi ibu-ibu dalam menyajikan makanan bergizi yang menarik dan terjangkau untuk keluarga mereka.

Setelah kegiatan di Kantor Desa, tim KKN-PK melanjutkan dengan melakukan kunjungan door-to-door ke rumah warga di Dusun Bulo-Bulo, Dusun Kassi-Kassi, dan Dusun Parang Labbua.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan edukasi secara personal, menjawab pertanyaan spesifik dari ibu hamil dan ibu balita, serta memberikan konseling gizi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga.

Sitti Muthmainnah, mahasiswa KKN-PK Unhas dari program studi Ilmu Gizi dan penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa pendekatan langsung ke masyarakat sangat penting untuk memastikan informasi tersampaikan dengan efektif.

Seluruh dana kegiatan ini bersumber dari swadaya mahasiswa KKN-PK Angkatan 67 Universitas Hasanuddin. Melalui program edukasi dan penanggulangan stunting ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang meningkat, dan pada akhirnya, angka stunting di Desa Kayu Loe dapat menurun secara signifikan.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com