Dari Kebun ke Produk Bernilai Jual, Mahasiswa KKN Undip Rancang Modul Pengolahan Buah, Perkuat UMKM Desa

Avatar photo
Dari Kebun ke Produk Bernilai Jual, Mahasiswa KKN Undip Rancang Modul Pengolahan Buah, Perkuat UMKM Desa

BERITAKULIAH.COM, Batang — Memiliki potensi berupa kebun buah, Desa Bandung di Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang berupaya untuk mengembangkan agrowisata. Kebun buah yang sempat tidak produktif tersebut rencananya akan mulai digarap agar menjadi produktif kembali. Berbagai fasilitas menarik pun direncanakan dibangun agar menjadikan kawasan wisata terintegrasi yang dapat menarik pengunjung.

Mahasiswa KKN-R Universitas Diponegoro Tim 1 Kelompok 73 mengangkat tema tersebut menjadi program multidisiplin yang akan dikerjakan. Sejalan dengan saran dari Camat Pecalungan, mahasiswa KKN bekerja sama dengan pemerintah desa, terutama pengurus BUMDes, untuk merencanakan agrowisata yang akan dibangun di kebun buah.

Dari Kebun ke Produk Bernilai Jual, Mahasiswa KKN Undip Rancang Modul Pengolahan Buah, Perkuat UMKM Desa

Konsep dari agrowisata yang direncanakan adalah wisata berbasis kegiatan di kebun buah, seperti wisata petik buah. Selain itu, akan direncanakan pembangunan area UMKM dan kafe sehingga pengunjung dapat membeli produk lokal atau menikmati keindahan alam di sekitar kebun buah.

Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan buah hasil panen, salah satu mahasiswa bernama Vares Dodi merencanakan proses pengolahan buah yang mudah. Dengan basis keilmuan teknik kimia, proses yang direncanakan telah disesuaikan agar dapat dilakukan dengan sederhana, tanpa biaya dan peralatan mahal. Produk olahan yang disarankan di antaranya adalah sirup jeruk, manisan kulit jeruk, dodol jambu kristal, selai dan bubuk alpukat. Produk tersebut dinilai memiliki pasar yang cukup bagus sehingga dapat diterima oleh konsumen dengan harga yang tinggi.

Dengan proses dan peralatan yang sederhana, diharapkan rancangan tersebut dapat direalisasikan oleh warga Desa Bandung sehingga dapat memberikan manfaat dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com