Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Penyuluhan Gizi Seimbang dengan Penerapan Inovasi Pengolahan Makanan Tambahan untuk Anak

Avatar photo
Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Penyuluhan Gizi Seimbang dengan Penerapan Inovasi Pengolahan Makanan Tambahan untuk Anak

BERITAKUIAH.COM, WONOSOBOMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro, Reyssa Amhitta Shalikha, yang berasal dari Jurusan Gizi, melaksanakan penyuluhan gizi seimbang di Desa Ropoh, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu dan kader posyandu mengenai pentingnya gizi seimbang serta inovasi dalam pengolahan makanan tambahan untuk anak sebagai upaya pencegahan stunting.

Penyuluhan ini diselenggarakan pada Jumat, 7 Februari 2025, di beberapa posyandu yang tersebar di Dusun Ngemplak, Krinjing, Ngarenan, dan Sitikan. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama para ibu dan kader posyandu yang berperan dalam memastikan tumbuh kembang anak-anak di desa tersebut.

Menurut Reyssa, pemilihan tema ini didasarkan pada tingginya angka stunting di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di pedesaan. “Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini dengan memperhatikan pola makan dan kandungan gizi dalam makanan anak. Oleh karena itu, penting bagi ibu-ibu untuk memahami cara mengolah bahan pangan lokal menjadi menu yang sehat, lezat, dan menarik bagi anak-anak,” ujar Reyssa.

Dalam penyuluhan ini, Reyssa menjelaskan konsep gizi seimbang yang harus diterapkan dalam makanan sehari-hari. Ia juga memberikan contoh cara mengolah bahan pangan lokal, seperti ubi, pisang, dan tahu menjadi makanan tambahan yang bergizi dan disukai anak-anak. Selain itu, ia juga membahas kebutuhan gizi remaja sebagai langkah pencegahan stunting sejak usia dini.

Cegah Stunting, Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Penyuluhan Gizi Seimbang dengan Penerapan Inovasi Pengolahan Makanan Tambahan untuk Anak

Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka aktif bertanya dan berbagi pengalaman dalam mengolah makanan untuk anak-anak mereka. Kader posyandu yang hadir juga menyatakan bahwa informasi yang diberikan sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang.

“Kami sangat berterima kasih atas penyuluhan ini. Banyak ibu-ibu yang sebelumnya kurang memahami pentingnya variasi makanan dan kandungan gizi dalam makanan anak. Dengan adanya kegiatan ini, kami jadi lebih tahu cara membuat makanan sehat dengan bahan yang mudah didapat,” ujar salah satu kader posyandu.

Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat Desa Ropoh semakin memahami pentingnya gizi seimbang dan mampu menerapkan inovasi dalam pengolahan makanan untuk mencegah stunting. Edukasi yang berkelanjutan di tingkat posyandu diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak dan remaja di desa tersebut.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com