BERITAKULIAH.COM, Surabaya — Kepercayaan diri tuh merupakan salah satu modal penting dalam kehidupan sosial, akademik, maupun profesional. Tapi, gak sedikit orang yang merasa cemas, gugup, bahkan sampai merasa takut ketika harus berbicara di depan umum. Rasa takut tuh sering menghambat potensi diri, padahal kemampuan berkomunikasi secara lisan sangat dibutuhin di berbagai bidang. Public speaking ada sebagai suatu kelebihan yang bukan hanya berfungsi untuk menyampaikan pesan, tetapi juga sebagai salah satu cara paling efektif dalam membangun dan memperkuat kepercayaan diri seseorang.
Public speaking itu kemampuan berbicara di depan orang umum dengan tujuan menyampaikan informasi, gagasan, atau ajakan yang meyakinkan. Keterampilan ini ada penguasaan materi, pengelolaan suara, bahasa tubuh, dan kemampuan membaca situasi penonton.
“Komunikasi efektif dalam public speaking didukung oleh beberapa faktor, diantaranya penguasaan materi, kepercayaan diri, mengelola situasi, mengelola audiens, dan penampilan pembicara yang menarik. (Kusnadi et al., 2021)”
Public speaking bisa membangun kepercayaan diri karena melatih seseorang untuk menghadapi rasa takut dirinya sendiri dan kecemasan yang berlebih. Waktu seseorang mampu menyampaikan pendapatnya dengan baik di depan orang banyak, muncul rasa percaya pada kemampuan diri sendiri. Keberhasilan kecil, seperti menyelesaikan presentasi atau pidato, akan menambah keyakinan bahwa diri mampu menghadapi tantangan yang sama di masa depan.
Public speaking penting bagi semua kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja profesional. Pelajar dan mahasiswa membutuhkannya untuk presentasi dan diskusi, sementara pekerja profesional memerlukannya untuk rapat, presentasi proyek, maupun berbicara di forum publik.
Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, public speaking membantu seseorang lebih percaya diri saat menyampaikan pendapat di lingkungan sosial. Public speaking berfokus pada efektivitas pesan yang disampaikan kepada penonton.
”Maka menjadi penting untuk mempelajari bagaimana cara berkomunikasi dengan baik serta menyampaikan pendapat kepada khalayak melalui public speaking. (Azizah, 2021)”
Kemampuan public speaking dapat dan sebaiknya dilatih sejak dini. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk memulainya. Setiap kesempatan berbicara di depan umum, mau formal maupun informal, dapat menjadi momen untuk melatih kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi.
Latihan public speaking bisa dilakukan di berbagai tempat, seperti di kelas, kampus, kantor, organisasi, komunitas, maupun melalui media digital seperti webinar dan forum daring. Lingkungan yang mendukung akan membantu seseorang merasa lebih aman dan berani untuk mencoba.
Membangun kepercayaan diri melalui public speaking dapat dimulai dengan persiapan yang matang, seperti memahami materi dan mengenal audiens. Latihan secara rutin, mengatur napas, serta menggunakan bahasa tubuh yang positif juga sangat membantu. Selain itu, menerima kritik sebagai bahan evaluasi dan terus mencoba tanpa takut salah akan mempercepat proses tumbuhnya rasa percaya diri.
Public speaking bukan hanya kemampuan berbicara di depan umum, melainkan proses pembentukan mental yang kuat dan percaya diri. Dengan terus berlatih dan berani menghadapi rasa takut, seseorang dapat meningkatkan kepercayaan diri yang efeknya positif pada berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, menguasai public speaking merupakan tabungan penting bagi pengembangan diri, baik untuk masa kini maupun masa depan.
Daftar Pustaka
- Azizah, A. (2021). Abdi Psikonomi. 1, 120–126.
- Kusnadi, S. K., Irmayanti, N., Ayumeida Kusnadi, S., Anggoro, H., & Berlian Agustina, K. S. (2021). Pelatihan Public Speaking Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Pada Remaja Komunitas Kappas Surabaya. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 4, 1093–1098. https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0.1303
Penulis: Muhammad Moreno Tiyoga (1152400034)
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Dosen Pengampu Komunikasi Organisasi: Drs. Widiyatmo Ekoputro, M.A.
Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah EAS













